Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sidang di tempat terhadap para terdakwa kasus pencurian kayu hutan lindung. Dilakukan, Jumat (7/9). Dimana dalam kasus ini, salah satu terdakwanya adalah bos mebel yang sekaligus menjadi penadah hasil curian.

Pemeriksaan ditempat kasus pencurian kayu
Pemeriksaan ditempat kasus pencurian kayu
Ia adalah Udin Saputra, warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. “Dia pengusaha besar, punya tenaga kerja banyak,” kata Waka Perhutani Lumajang, Mukhlisin, S.Hut pada Memo Timur.

Kayu-kayu hasil curian untuk usahanya itu didapat dari Eko dan Halim yang kini juga ditetapkan sebagai terdakwa. Sementara satunya lagi yang berinisial BB bersatus DPO (Daftar Pencarian Orang). Masih dalam pengejaran.

“Ini kasus besar, karena sudah puluhan tahun belum terungkap. Sebagian besar kayunya dari hutan di Pasirian,” jelasnya.

Bicara soal kerugian, dari barang bukti yang ada nilainya mencapai ratusan juta. Namun jika dihitung dari awal Ia melakukan pencurian itu, jumlahnya bisa lebih besar. “Kalau dari awal bisa mencapai miliaran,” tegas Mukhlisin.

Barang bukti yang ada, diantaranya masih dalam bentuk kayu batang, jumlahnya yang diamankan mencapai 300 batang lebih. Sebagian lagi sudah diolah setengah jadi untuk mebel. Seperti jadi kursi, meja, lemari.

Bersama dengan jaksa penuntut umum dan saksi-saksi, sidang di tempat dilakukan di dua lokasi. Di Rumah Dinas KRPH Bago yang menjadi tempat diamankannya barang bukti, serta di rumah penadah.

Sidang ditempat ini untuk memastikan kecocokan data laporan dengan barang bukti. Termasuk melihat lokasi rumah yang menjadi tempat menyembunyikan kayu-kayu hasil curian tersebut.

“Kami kaget melihat Ia menyimpan kayu curian tersebut yang begitu rapi dan tersembunyi di rumahnya. Ada banyak skat dan pintu untuk menyembuyikan,” terangnya. Para terdakwa ini ditangkap 3 bulan yang lalu. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: