Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Dua hari setelah dilantik jadi bupati, Thoriqul Haq sudah didemo oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lumajang, Rabu (26/9), pagi. Mereka menuntut agar bupati dapat mengatasi kasus begal dan tambang pasir ilegal yang masih marak di Lumajang. Aksi digelar juga untuk memperingati kematian Salim Kancil.

Aksi teatrikal dari PMII saat mendemo bupati
Aksi teatrikal dari PMII saat mendemo bupati
Rombongan mahasiswa ini menggelar aksi demo di Tugu Adipura dan dilanjutkan di depan Kantor Pemkab Lumajang. Mereka yang juga minta menemui langsung bupati, akhirnya terwujudkan. Bupati Thoriq bersedia keluar dari kantornya, menemui mereka untuk melakukan dialog dan mendengar aspirasi para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lumajang ini.

Sebelum menyampaikan tuntutannya, sejumlah perwakilan mahasiswa juga menampilkan aksi teatrikal. Dalam aksinya, mereka menggambarkan kondisi Lumajang saat ini. Dimana rakyat kecil begitu menderita. Kasus begal banyak terjadi hingga meresahkan masyarakat, tambang pasir ilegal marak dan banyak dikuasai warga luar Lumajang, ditambah lagi pendidikan yang dinilai mahal.

Alvian, juru bicara aksi demo menyampaikan, persoalan yang ada tersebut harus segera diselesaikan oleh bupati baru. Kasus begal tidak boleh terjadi lagi. Agar masyarakat Lumajang merasa aman di daerah sendiri.

Sementara untuk tambang pasir, selain menuntaskan kasus tambang ilegal, juga perlu adanya kebijakan baru. Yakni tambang pasir yang ada juga harus untuk kemakmuran rakyat, khususnya warga Lumajang. Ditambah lagi, sebagian besar pemilik izin, adalah orang-orang dari luar Lumajang.

“Masih banyak anjing-anjing dan antek-antek yang menjajah kita. Kami meminta agar tambang untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Bupati Thoriq juga harus menepati 20 program yang Ia janjikan saat kampanye. Karena Ia tidak ingin, janji program tersebut sekedar janji politik saja, yang ditawarkan pada masyarakat. “Harus bisa direalisasikan,” katanya.

Sementara Bupati Thoriq secara tegas menyanggupi tuntutan para mahasiswa tersebut dengan menandatangani surat pernyataan yang dibuat. Ia juga berterimakasih kepada para mahasiswa yang sudah mengingatkannnya. Serta berharap kedepannya ikut juga mengawal segala kebijakan yang dirinya buat.

“Saya siap menjalankan 20 program tersebut, karena itu janji. Kedepan agar dikontrol, diawasi, dipantau oleh masyarakat Lumajang,” jelasnya.

Untuk masalah tambang pasir, Ia sesegera mungkin untuk melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Secara tegas Ia menyatakan, tambang ilegal akan segera ditertibkan. Serta tambang yang ada juga dapat memberikan banyak kesejahteraan bagi warga Lumajang.

“Saya akan mulai menata. Saya juga akan bebaskan pajak untuk warga Lumajang yang membeli pasir sendiri. Jadi akan lebih murah,” kata dia.

Thoriq juga akan melakukan koordinasi untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi soal tambang pasir. Dan berusaha melakukan pembatasan terkait izinnya. “Saya tidak ingin pasir ini dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.

Lanjutnya, Ia juga menyanggupi untuk menyelesaikan maraknya kasus begal dan kasus kriminalitas lainnya yang terjadi di Lumajang. Bersama dengan pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya, akan berusaha untuk mengatasi hal tersebut.

“Kita menyediakan anggaran untuk mengatasi kriminalitas. Di masing-masing desa kita siapkan juga senjata lengkap untuk pengamanan. Personil juga akan disebar dalam melakukan pengamanan,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: