Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Inspektorat Lumajang berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di salahsatu Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir, Jumat (28/9) pagi. Tak tanggung-tanggung, nominal yang berhasil diamankan petugas mencapai Rp 157 juta.

Isnpektorat mengamankan uang hasil OTT
Isnpektorat mengamankan uang hasil OTT
OTT dilakukan terhadap guru dan pengurus lembaga tersebut. Uang tersebut merupakan hasil penjualan buku di berbagai lembaga TK di Lumajang yang diduga tidak sesuai dengan prosedural yang ada. Serta diduga ada fee atau bonus atas penjualan buku tersebut yang bekerjasama dengan salahsatu CV.

Inspektur Inspektorat Lumajang Isnugroho, S.Sos saat dikonformasi menyampaikan, awal mula OTT adalah ketika pihaknya melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan kejanggalan. Kemudian menemukan uang dan mengamankannya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Disana ditemukan kejanggalan. Ditemukan sejumlah uang Rp 157.650.000,” ungkapnya saat ditemui sejumlah wartawan di Kantor Inspektorat.

Dari pemeriksaan sementara, Is Nugroho menduga ada pemaksaan dari Dinas Pendidikan pada seluruh TK se-Lumajang untuk membeli buku tanpa memesan. Serta bekerjasama dengan salahsatu CV untuk itu. “Dikondisikan melalui satu CV,” jelasnya.

Inspektorat masih melakukan tindak lanjut atas temuan ini. Bahkan belum belum berani mengambil kesimpulan siapa para pelakunya. Tapi Ia sekali lagi menegaskan, jika ada kasalahan prosedural dalam jual-beli buku ini.

“Nanti itu tugas kami untuk mendalami. Kami belum bisa menemukan salahsatu nama. Yang jelas ada pengkondisian beli buku itu melalui CV tanpa pemesanan,” jelasnya.

Lanjutnya, jika temuan ini merupakan pelanggaran pidana, maka akan ditindaklanjuti ke ranah hukum. “Intruksi dari wabup, jika ada pihak-pihak yang main. LHP akan diserahkan pada bupati dan wabup untuk di disposisi. Akan kita limpahkan, yang memungkinkan Kejaksaan. Tapi kita koordinasi lebih dulu,” pungkasnya.

Wakil Bupati Lumajang Indah Ampewawati juga terlihat mendatangi langsung Kantor Inspektorat. Ia meminta kasus ini secepatnya diselesaikan. Bahkan dirinya meminta malam harinya sudah dapat diketahui siapa saja pelakunya.

“Nanti bisa memanggil kepala dan kabidnya juga. Pokoknya harus tuntas malam hari. Harus selesai,” katanya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: