Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Anak jalanan (anjal) sebelumnya banyak ditemui berkeliaran di Lumajang. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang sudah berulang kali melakukan razia terhadap keberadaan mereka. Kemudian dilakukan pembinaan dan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kepala Satpol Lumjanag, Drs. Basuni
Kepala Satpol Lumjanag, Drs. Basuni
Razia yang kerap dilakukan ini, membuat anjal belakangan ini mulai tak terlihat berkeliaran di sudut-sudut Lumajang Kota. Biasanya, mereka berada di persimpangan lampu lalu lintas dan juga tidur di tempat-tempat umum. Seperti di sekitar Stadion Semeru dan Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT).

“Akhir-akhir ini sudah tidak kita temui lagi mereka,” kata Kepala Satpol PP Lumajang, Drs. Basuni pada Memo Timur, Kamis (13/9).

Namun tetap, patroli yang dilakukan oleh pihaknya masih dilakukan setiap hari. Khususnya di malam hari. Terakhir, Satpol PP pernah merazia belasan anjal di KWT beberapa waktu lalu. Mereka adalah anak-anak dari luar Lumajang.

Basuni menegaskan, dari pembinaan yang sudah dilakukan, alasan mereka ke Lumajang karena di daerahnya, mereka juga kerap dirazia. “Dikiranya di Lumajang juga boleh ditempati untuk itu, padahal kita juga kerap melakukan razia terhadap anjal,” lanjutnya.

Sebelumnya, belasan anjal yang sudah dibina kemudian dipulangkan ke daerah masing-masing oleh petugas Satpol PP. Ternyata, mereka adalah anak-anak dari luar daerah yang tidak jauh dari Lumajang.

“Ada yang dari Jember, Probolinggo, Pasuruan, juga ada yang dari Banyuwangi,” ucapnya.

Basuni menambahkan, razia kerap dilakukan, agar Lumajang bersih dari anjal. Sehingga dampaknya dapat menjaga kondusifitas di Lumajang. “Keberadaan mereka, banyak dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat. Seperti mengamen di perempatan dan tidur di tempat umum,” ucapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: