Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Penutupan Vision Vista oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq, M.ML mendapat dukungan dan respon positif dari berbagai kalangan. Keputusannya menutup tempat hiburan terbesar itu dinilai sangat berani dan menjadi gebrakannya di awal kepemimpinan.

Bupati menemui pemilik Vision Vista
Bupati menemui pemilik Vision Vista
Namun di balik itu, ada lebih dari 100 karyawan yang bekerja di Vision Vista yang kini terancam menganggur. Mereka yang bekerja di sana mayoritas adalah warga Lumajang sendiri. Pihak Vision Vista juga masih kebingungan soal ini.

"Tentu saja saya keberatan, karena gedungnya saja saya habis Rp 20 miliar, dan karyawan ini ada sekitar 100 orang," kata Isik, pemilik Vision Vista kepada wartawan usai Vision Vista dilarang lagi beroperasi.

Ia juga merasa dirugikan dengan keputusan bupati yang mencabut izin usahanya dan menyerahkan sendiri ke Vision Vista, Selasa (25/9), malam. Isik mengaku belum pernah diberi peringatan, sebelum usahanya ditutup.

“Sementara saya belum pernah mendapatkan teguran kalau memang dianggap menyalahi aturan dalam mengelolah perusahaan ini," kata Isik.

Sementara Bupati Thoriq menegaskan, keputusan ini diambil karena izin usaha yang didapat Vision Vista tidak sesuai dengan bisnis yang dijalankan. “Ini di luar peruntukan. Karena izin prinsipnya resto dan karaoke keluarga. Di sini ada purelnya, ada minuman beralkohol, minuman keras,” tegasnya.

Namun Ia sudah mengajak pemilik dan manajemen Vision Vista untuk bisa mengajukan perizinan ulang ke Pemkab Lumajang. Tentunya dengan catatan-catatan, diantaranya sisi entertainment seperti selama ini dihilangkan.

“Hallnya bisa disewakan jadi ruang pertemuan, atau untuk kegiatan masyarakat, pernikahan. Rumah makan boleh,” ungkapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: