Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Upaya yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang dalam menutup eks lokalisasi memang tidak main-main. Buktinya, 5 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang masih nekat berada di eks lokalisasi Dolog, berhasil diciduk oleh petugas ketika melaksanakan razia di sana.

Para PSK yang diamankan saat razia di Dolog
Para PSK yang diamankan saat razia di Dolog
Razia dilaksanakan di eks lokalisasi yang berada di Desa/Kecamatan Sumbersuko, Kamis (27/9) pagi. Puluhan petugas Satpol PP dikerahkan untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar tidak digunakan lagi sebagai aktifitas prostitusi.

Kepala Satpol PP Lumajang Drs. Basuni menyampaikan, saat melakukan razia di eks lokalisasi Dolog, pihaknya menyisir rumah-rumah yang biasa digunakan menjadi tempat PSK mangkal. “Guna mencari apabila masih ada wanita penghibur yang masih beroperasi,” katanya pada Memo Timur.

Hasilnya, petugas Satpol PP berhasil mengamankan 5 PSK yang masih nekat menjajakan diri di sana. Kelimanya kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP untuk ditindaklanjuti. “Kita lakukan pendataan dan pembinaan. Mereka berjanji tidak melakukan kegiatan prostitusi di wilayah Lumajang,” tegasnya.

Memang dari pendataan yang dilakukan oleh petugas, kelima PSK ini bukan warga asli Lumajang. Mereka dari berbagai daerah di Jawa Timur. Diantaranya 2 orang dari Probolinggo, 2 orang dari Jember, dan 1 orang lagi dari Bondowoso.

Setelah dari eks lokalisasi Dolog, petugas kemudian melanjutkan razia ke eks lokalisasi lainnya yang ada di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh. Namun, dari penyisiran yang dilakukan, tidak ditemukan PSK yang masih berada di sana.

“Hasilnya nihil, semua penghuni tempat lokalisasi tersebut sudah pulang ke daerahnya masing- masing,” jelansya.

Sehari sebelumnya di Eks Lokalisasi Bebekan di Kecamatan Kunir juga dilakukan razia yang sama. Namun hasilnya nihil. Tidak ada PSK yang berada di sana. Penutupan tempat-tempat prostitusi ini sesuai dengan perintah dari Bupati Thoriqul Haq, M.ML. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: