Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Proyek pembangunan tribun stadion Semeru Lumajang sebelah timur, yang menelan anggaran sebesar 4,7 milyar mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat, karena besi beton pancang yang menjadi tulangan bangunan diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang ada.

kondisi proyek tribun stadion semeru
Kondisi proyek tribun stadion semeru
Selain itu, kedalaman pondasi untuk pemasangan kaki tiang pada proyek tribun tersebut juga diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis, sehingga kekuatan dan kekokohan proyek tribun stadion Semeru Lumajang dipertanyakan banyak pihak.

Salah satu sorotan tajam itu berasal dari sekretaris Lembaga Sosial Masyarakat Indonesia Bureaucracy Watch (LSM-IBW) Lumajang, Abdul Manaf. Ia mengatakan sejumlah temuan di lapangan terkait pengerjaan proyek tribun tersebut semisal dugaan menggunakan besi banci dan kedalaman masih terus didalami.

Apabila temuan itu sudah fix, maka langkah selanjutnya dari LSM IBW akan melaporkan temuan itu kepada jajaran penegak hukum. Apakah ke Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang atau ke Tipikor Kejaksaan Negeri Lumajang, Abdul Manaf menyampaikan masih akan berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Jatim atau Tipikor Kejaksaan Tinggi.

Hal ini sengaja dilakukan, agar nanti ketika sudah dilaporkan ke jajaran penegak hukum di Lumajang mendapat pengawasan dan penanganan yang serius. Stadion Semeru Lumajang kata Abdul Manaf adalah milik masyarakat Lumajang. Dengan anggaran sebesar itu, diharapkan mutu dan kualitas proyek tribun harus terjamin.
foto Pelaksana saat dikonfirmasi Memo Timur
Foto Pelaksana saat dikonfirmasi Memo Timur
“Masih terlalu dini bagi LSM IBW melakukan pelaporan secara resmi terkait sejumlah temuan itu. Yang pasti, LSM IBW tetap akan memantau pelaksanaan proyek tribun itu dan tunggu tanggal mainnya,” tutur Abdul Manaf.

Menyikapi suara sumbang itu, pelaksana proyek tribun stadion Semeru Lumajang, Muhamad Isnan ketika dikonfirmasi Memo Timur pada Jum’at (21/9), sekitar pukul 11.00 WIB mengatakan, bahwa semua itu tidak benar. “Untuk penggalian pondasi, kami menggunakan alat berat Beckhoe dan dipastikan kedalamannya sesuai juknis,” ungkapnya.

Disinggung besi beton yang digunakan sebagian menggunakan besi banci alias bukan SNI, Isnan membantah. Namun, Isnan mengakui dari rencana awal ketinggian besi beton yang seharusnya terpasang tidak sesuai karena tidak menggunakan besi beton setinggi 12 meter.

“Sebelum pengerjaan, semua material semisal besi beton yang akan digunakan kami labkan dulu kwalitasnya,” ungkapnya lagi. Ketika ditanya apakah proyek tribun ini diborong sendiri dari PT. Agung Waskita selaku pemenang, lagi Isnan menampik.

“Kami hanya sebatas pelaksana. Kebetulan Direktur PT. Waskita teman sekolah Mas,” pungkas Isnan.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: