Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Harga elpiji di tingkat pengecer atau spekulan belakangan ini mulai berangsur normal. Dari pantauan, elpiji sudah tidak langka lagi. Harganya pun juga tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan.

Elpiji 3 kilogram
Elpiji 3 kilogram
Sebelumnya, harga elpiji 3 kilogram ada yang dijual seharga Rp 20 ribu sampai 27 ribu per tabung. Namun saat ini, sudah mulai normal, rata-rata Rp 18 ribu per tabung. Stoknya juga berlimpah, tidak hanya di agen dan pangkalan. Di toko-toko kecil juga mudah ditemukan lagi.

“Sudah normal lagi, tidak ada laporan elpiji mahal atau langka,” kata M. Ali Akbar Felayati, Sales Eksekutif Elpiji Rayon 7 pada Memo Timur, Kamis (13/9).

Ia menegaskan, permintaan saat ini sudah mulai menurun dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya. Atau saat ramai orang hajatan. Namun sebenarnya stok dari Pertamina untuk wilayah Lumajang selalu terpenuhi, bahkan sempat ditambah stoknya. Tidak sampai kekurangan.

“Kebutuhan besar hanya di syukuran haji sama pengairan,” ucapnya.

Ali Akbar menyebut, kelangkaan yang banyak disebutkan oleh warga sebelumnya sebenarnya adalah diduga ada permainan dari spekulan. Sehingga harganya di tingkat paling bawah bisa sampai naik di beberapa wilayah.

“Antisipasinya ada tambahan 100% pada tanggal 11 yang lalu atau sekitar 28 ribu tabung,” lanjutnya.

Setiap harinya, Pertamina memasok elpiji 3 kilogram di wilayah Lumajang dengan rata-rata 28 ribu tabung. Dari pantuan di agen-agen, permintaannya belakangan ini sudah berkurang. “Sudah menurun,” tegasnya.

Ketika banyak laporan kenaikan beberapa waktu lalu, bahkan sempat di sejumlah wilayah dilakukan operasi pasar. Namun dengan kondisi seperti saat ini, hal itu tentu tidak perlu dilakukan lagi. “Sudah tidak diperlukan untuk kondisi normal,” tegasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: