Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Rokok ilegal masih banyak ditemukan beredar atau diperjual belikan di pasaran. Salah satu ciri-cirinya, biasanya bungkus rokok ini tak diberi nama atau tak bermerek. Untuk mempersempit peredaran rokok ilegal, pemerintah kerap menggelar sosialisasi pada masyarakat.

Sosialisai cukai rokok di Lumajang
Sosialisai cukai rokok di Lumajang
Informasi dari pihak bea dan cukai saat sosialisi di Lumajang, ada beberapa ciri-ciri rokok ilegal yang biasa beredar di pasaran. Selain tanpa merek, biasanya dikemas secara sederhana dan harganya murah.

Namun ada satu lagi ciri-ciri yang juga umum. Yakni rokok ilegal yang menggunakan nama merek mirip rokol legal terkenal. “Kebanyakan nama plesetan dari rokok ternama,” kata Bambang Sutejo, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan dari KPPBC TMP C Probolinggo, saat menghadiri sosialisasi cukai rokok di Hotel GM, Kamis (13/9).

Lanjutnya, ada banyak dampak dari peredaran rokok ilegal. Diantaranya terganggunya kinerja pasar hasil tembakau. Kemudian dapat merugikan keuangan negara, dan merugikan industri rokok yang membayar cukai.

“Serta kandungan nikotin dan tar tidak diinformasikan kepada konsumen dengan benar,” ungkapnya.

Untuk memberikan efek jera bagi pengedar atau penjual rokok ilegal, ada undang-undang yang sudah mengatur. Ketentuan pidana pun yang dijatuhkan begitu berat. Bisa sampai 10 tahun penjara ditambah denda hingga 20 kali lipat dari nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Lumajang, Dr. Sukamto, M.Pd menambahkan ada jenis-jenis rokok ilegal lainnya, selain rokok polos tanpa cukai. Diantaranya yakni rokok yang menggunakan pita cukai palsu, pita cukai bekas, pita cukai yang bukan haknya.

“Dan juga pita cukai yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: