Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pasca penggerebekan pabrik arak oplosan di Dusun Kembang, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, pada Minggu (16/9) kemarin, Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang terus meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, tentang bahayanya mengkonsumsi minuman keras beralkohol, salah satunya arak.

KBO Sat Resnarkoba
KBO Sat Resnarkoba
Kaur Bin Ops Sat Resnarkoba, Iptu Hariyono ketika dikonfirmasi menuturkan, sosialiasasi ditingkatkan bermaksud agar masyarakat bisa tahu apa yang dikatakan minuman keras beralkohol itu dan bagaimana akibatnya jika dikonsumsi oleh manusia.

Apabila masyarakat tahu dan mengerti akan bahayanya mengkonsumsi arak dan minuman beralkohol lainnya, pihaknya yakin masyarakat akan menjauh dari barang haram itu. Otomatis pergaulan anaknya akan mendapat perhatian serius, khawatir bermain arak juga minuman lain yang memabukkannya.

“Sosialisasi juga kami jadwalkan ke sekokah-sekolah. Saat ini masih proses koordinasi dengan pihak sekolah,” ucap Kaur Bin Ops Sat Resnarkoba.

Bagi masyarakat yang tertangkap mengkonsumsi minuman beralkohol oleh petugas akan diberikan pembinaan. Jika masih kedapatan melakukan lagi, maka akan ditindak pidana ringan (Tipiring). Bagi masyarakat yang tertangkap mengedarkan atau memproduksi, maka akan dijerat pasal 204 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Bagi pengedar Miras dipidana hukuman penjara maksimal 20 Tahun. Diharapkan masyarakat menjauh dari Miras apapun itu jenisnya,” tegasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: