Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML mengambil keputusan berani untuk menutup Vision Vista. Sebelum menutup tempat hiburan terbesar di Lumajang itu, bupati sempat membahas rencananya ini dengan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Lumajang.

Bupati Thoriq usai menyerahkan surat pencabutan izin Vision Vista
Bupati Thoriq usai menyerahkan surat pencabutan izin Vision Vista
Seperti diketahui, Bupati dan Wakil Bupati, Thoriq–Indah mendatangi langsung Vision Vista, Selasa (25/9), malam. Keduanya menemui langsung pemilik dan manajemen Vision Vista untuk menyerahkan surat keputusan pencabutan izin prinsip Vision Vista.

Di hari yang sama, pada pagi harinya Thoriq menemui pengurus NU dan Muhammadiyah di rumah dinasnya. Ada banyak hal yang dibahas dan Ia sampaikan pada pertemuan tersebut. Salah satunya adalah mengenai rencana penutupan Vision Vista.

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Lumajang, H. Suharyo, AP., SH, saat dikonfirmasi, membenarkan jika bupati menyampaikan rencana penutupan Vision Vista tersebut. “Kalau Vision Vista itu Pak Bupati yang melontarkan ke kita. Kita mendengarkan rencana-rencana besarnya, bukan dari kami,” katanya pada wartawan usai menemui bupati.

Lanjutnya, bupati juga menyampaikan tahapan-tahapan dalam penutupan tempat hiburan tersebut. “Pak Bupati yang menyampaikan itu dan kami mendengarkan, dan apa yang disampaikan beliau itu rupanya sudah ada tahapan-tahapan,” ujarnya.

Sementara di kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Cabang NU Lumajang, Mohammad Mas’ud menegaskan, jika pihaknya sebagai ormas keagamaan, memiliki perhatian dan komitmen menjaga normalitas anak bangsa, khusunya di Lumajang.

“Punya komitmen yang sama, sehingga Lumajang ini menjadi daerah yang tentram, aman, damai, dan bisa meminimalisir apapun potensi-potensi kekacauan,” tegasnya.

Mas’ud mengungkapkan, hal ini yang perlu dikawal bersama. Pihaknya juga tidak akan mengambil porsi eksekutif. “Yang mengeksekusi itu pemerintah. Kita memberikan masukan dan saran yang baik pada pemerintah. Saya pikir itu,” pungkasnya.

Usai menyerahkan surat keputusan pencabutan izin tersebut, Thoriq menyampaikan jika keputusan ini diambil atas beberapa pertimbangan. Termasuk mendapatkan saran dari tokoh agama dan ormas keagamaan.

“Kita mendapat saran, masukan, mendapatkan beberapa pertimbangan. Baik dari ormas keagamaan baik dari tokoh agama, pesantren. Tidak pantas tempat-tempat entertainment seperti ini di Lumajang. Berdasarkan pertimbangan itu, saya menutup Vision Vista,” tegasnya pada wartawan.

Lanjutnya, pihaknya sudah mengajak pemilik dan manajemen Vision Vista untuk bisa mengajukan perizinan ulang ke Pemkab Lumajang. Tentunya dengan catatan-catatan, seperti sisi entertainment selama ini dihilangkan.

“Hallnya bisa disewakan jadi ruang pertemuan, atau untuk kegiatan masyarakat, pernikahan. Rumah makan boleh, restoran,” ungkapnya.

Karena izin sebelumnya yang didapat Vision Vista tidak sesuai dengan bisnis yang dijalankan. “Ini diluar peruntukan. Karena izin prinsipnya resto dan karaoke keluarga. Di sini ada purelnya, ada minuman beralkohol, minuman keras,” tegasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: