Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Ayub Khan: Berharap OPD Benar-Benar Ikut Membina Masyarakat

Lumajang, Motim - Dua desa di Lumajang menjadi jujugan selanjutnya dalam Sosialisasi Pengembangan Kampung KB. Yakni Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh dan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun.
Sosialisasi Pengembangan  Kampung KB di Desa Pandanarum dan Wotgalih
Sosialisasi Pengembangan  Kampung KB di Desa Pandanarum dan Wotgalih
Sosialisasi digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur bersama dengan Anggota DPR RI Komisi lX, Drs. Ayub Khan, M.Si. Di Desa Pandanarum digelar Sabtu (15/9) pagi, dan siangnya di Desa Wotgalih.

Desa Pandanarum dan Wotgalih sudah ditetapkan sebagai Kampung KB sebelumnya, agar program KB di desa tersebut bisa lebih difokuskan. Dan menjadi acuan BKKBN, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat program pemerintah ini.

Ayub Khan menegaskan, Kampung KB yang sudah ditetapkan harus terus dikembangkan dan dievaluasi. Serta harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Baik itu dari pusat, provinsi, hingga ke tingkat daerah.

Untuk itu, Ia juga berharap Pemkab Lumajang, bisa semaksimal mungkin bersinergi untuk mensukseskan program KB di desa-desa. Khusunya desa yang sudah ditetapkan sebagai Kampung KB.

“Diharapkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di daerah benar-benar membina membimbing masyarakat sehingga tercapainya program KB,” ucapnya.


Sosialisasi Pengembangan  Kampung KB di Desa Pandanarum dan Wotgalih
Sosialisasi Pengembangan  Kampung KB di Desa Pandanarum dan Wotgalih
Lanjutnya, dari evaluasi yang dilakukan, Ia bersukur program KB sudah dapat berjalan dengan bagus sejauh ini di Lumajang. Salah satunya adalah, mengenai pengendalian penduduk, dapat dilakukan sesuai dengan rencana.

“Alhamdulillah banyak yang ikut KB,” katanya.

Seperti diketahui BKKBN Jawa Timur membina Kampung KB di desa dan kelurahan baik kabupaten atau kota upaya mencegah ledakan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi lebih baik.

Sementara itu, Kepala BKKBN Jatim, H. Yenrizal Makmur menyampaikan, melalui Kampung KB, Ia berharap, angka pernikahan dini juga bisa ditekan. Karena ada resiko besar yang menanti. Untuk itu SDM masyarakat harus ditingkatkan agar mereka bisa memahami hal ini.

“Karena resiko melahirkan sebelum waktunya juga berisiko, bagi bayi maupun ibunya. Bayi yang dilahirkan pun juga jarang sehat,” katanya.

Yenrizal juga menegaskan, jumlah anak tiap keluarga juga perlu menjadi perhatian. Ia menegaskan, program dua anak cukup harus dipertahankan. Karena jika lebih dari itu, Ia khawatir dengan dampak yang ditimbulkan.

“Supaya waktu ibu menyusui tidak hamil lagi. Karena saat hamil tidak boleh menyusui. Jarak kelahiran antara anak ke satu dan dua kalau bisa sekitar 5 tahun,” tegasnya.

Sebelumnya sosialisasi yang sama, juga sudah digelar di dua desa lainnya. Yakni di Desa Selokgondang Kecamatan Sukodono, Jumat (31/8) dan Desa Kedawung Kecamatan Padang, Jumat (14/9). (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: