Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Bursa Pasar Kerja atau Job Market Fair (JMF 2018) di Gedung Sujono, Rabu (26/9) pagi. Ada 3.637 lowongan kerja (loker) yang tersedia bagi para pencari kerja.

Job Market Fair 2018 yang digelar oleh Disnaker Lumajang
Job Market Fair 2018 yang digelar oleh Disnaker Lumajang
Kepala Disnaker Lumajang, Drs. Suharwoko, M.Si menyampaikan, JMF kembali digelar tahun ini, salah satunya untuk menekan angka pengangguran di Lumajang. Karena para pencari kerja bisa dengan mudah mencari lowongan yang tersedia.

“Untuk menemukan masyarakat pencari kerja dengan penyedia kerja. Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.

Karena saat ini masih ada banyak masyarakat Lumajang di usia produktif yang masih menganggur. Dari catatan Disnaker, jumlah pengangguran mencapai 14 ribu orang atau 2,9 persen dari jumlah penduduk angkatan kerja. Jumlah ini bisa saja meningkat dari tahun ke tahun jika tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk mengatasinya.

“Diprediksi di tahun mendatang, pengangguran diperkirakan akan bertambah jika tanpa ada langkah signifikan dari pemerintah,” tegasnya.

Dalam JMF 2018, ada 32 perusahaan dari berbagai bidang usaha ikut berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, 21 diantaranya adalah perusahaan dari Lumajang. Sisanya dari luar daerah seperti Jember, Malang, dan Surabaya. Total ada 3.637 lowongan yang tersedia dengan rincian 1.734 lowongan untuk pria dan 1.903 untuk wanita.

Dari ribuan lowongan yang tersedia, ada 2.142 diantaranya yang merupakan lowongan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dipekerjakan di Malaysia. Namun Suharwoko menegaskan, lowongan di luar negeri yang tersedia sebagai tenaga formal, bukan informal. Atau sebagai tenaga di sebuah perusahaan. Dengan kontrak durasi 2 tahun.

“Diantaranya akan ditempatkan di perusahaan elektronik. Kami tidak menyediakan yang di bidang informal,” jelasnya.

Suharwoko juga berterimakasih kepada toko modern yang juga menyediakan lowongan khusus bagi penyandang disabilitas. “Jadi pencari kerja dari disabilitas juga bisa mendaftar ke Alfamart,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Thoriqul Haq juga hadir untuk meresmikan kegiatan ini. Ia menyampaikan, angka pengangguran yang ada saat ini dianggap sudah rendah. Tapi Ia berharap ada banyak investor yang akan membuka usaha di Lumajang. Sehingga banyak tenaga kerja yang terserap.

Untuk mendukung hal itu, Thoriq menegaskan jika pemerintahan saat ini mendukung para investor dari luar untuk berinvestasi di Lumajang. Pemerintahan akan mempermudah proses perizinan bagi para investor.

“Harapannya dapat mendongkrak pertembuhuan ekomomi sekaligus mengurangi pengangguran,” katanya.

Ia juga tidak ingin ada perusahaan yang mengurus perizinan namun dipersulit oleh birokrasi. Tapi, Thoriq menegaskan, usaha yang akan dibangun di Lumajang juga harus menyesuaikan dengan kebijakannya. Ketika usaha itu berjalan juga harus sesuai dengan izin prinsipnya.

“Jika tempat itu nyatanya melanggar, tidak sesuai dengan izin prinsip maka kita tutup,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: