Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Beberapa hari sebelum nekat bunuh diri bersama istrinya di ruang besuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Lumajang pada Jum’at (31/8), siang kemarin dengan menenggak racun, Rasit bin Senitu (35), warga Desa Bedayu, Kecamatan Senduro, yang sudah menetap tinggal bersama istrinya bernama Fatimah, panggilan akrabnya Anik (18), warga Dusun Pancen Rejo, Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, sempat curhat kepada salah satu narapidana.

Kasat Reskrim, AKP Hasran, SH. M.Hum
Kasat Reskrim, AKP Hasran, SH. M.Hum
Dalam curhatnya, kata dia Rasit menyampaikan apabila istrinya itu hendak meninggalkan dirinya untuk selamanya alias mau bunuh diri. Rasit mengaku tidak rela jika istrinya mati sendirian. Lebih baik kata dia mati berdua. “Saat ditanya oleh temannya itu apa penyebabnya hingga istrinya mau bunuh diri, Rasit tidak mau cerita,” kata Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum kepada Memo Timur, Sabtu (1/9).

Ketika ditanya apakah dalam proses Outopsi pada kedua mayat pasangan suami istri ditemukan petunjuk baru, Kasat Reskrim menuturkan pada awalnya pihaknya akan melakukan Outopsi. Namun, ketika kedua mayat hendak diboyong ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto, pihak keluarga korban menolak dan mengatakan menerima akan kematian anak dan menantunya dan menganggapnya sebagai musibah.

Sebelum kedua mayat itu diserahkan kepada keluarganya, pihaknya meminta keluarganya agar membuat surat pernyataan menolak untuk dioutopsi. “Misalkan suatu saat ada pemeriksaan lanjutan terhadap mayat korban, apakah setuju kuburannya dibongkar, mereka menjawab setuju. Ya tak suruh buat surat pernyataan itu,” ungkapnya.

Untuk memastikan cairan jenis apa yang diminum oleh Rasit bersama istrinya itu, pihaknya sudah mengirim botol dan 2 gelas yang masih ada sisa cairan itu ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. “Kami menduga cairan yang diminum itu jenis Potas. Biar tidak salah, menunggu hasil dari Labfor saja,” ungkapnya lagi.

Masih kata Hasran, saat dia berada di rumah tahanan Polres Lumajang sempat mau bunuh diri. Namun berhasil digagalkan. Semenjak kejadian itu, pihaknya terus melakukan pendekatan sambil memberikan pencerahan dan alhamdulillah dia sadar.

“Kok malah bunuh diri di Lapas bersama istrinya saat jam besuk. Dugaan kami keduanya nekat bunuh diri mungkin karena masalah keluarga,” pungkas Hasran.

Sebelumnya, pada Jum’at (31/8), warga binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Lumajang geger. Pasalnya Rasit bin Senitu tahanan titipan Polsek Kota Lumajang yang pagi itu mendapat kunjungan dari istri dan ibu kandungnya. Usai bersalaman dan berpelukan dengan istri juga ibunya, kemudian Rasit meminjam 2 gelas lalu menuangkan air dari botol yang dipegangnya, 1 gelas dipegang Rasit, 1 gelas lagi dipegang istrinya kemudian bersama-sama meminumnya sambil berpelukan.

Beberapa saat kemudian keduanya rebah seperti orang sesak nafas. Kondisi itu membuat Narapidana juga pembesuk panik lalu melaporkan kepada petugas. Dibantu Narapidana, petugas terus membawa Rasit dan istrinya ke ruang Poliklinik Lapas untuk mendapat perawatan medis. Namun nyawa korban tak tertolong, Rasit bersama Fatimah alias Anik, istrinya sudah meninggal dunia.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: