Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Tim Verifikasi Penghargaan Adipura sudah berkunjung ke Lumajang pada pekan lalu. Mereka sudah melakukan verifikasi di sejumlah lokasi. Bagaimana hasilnya, apakah Lumajang layak meraih penghargaan untuk kesebelas kalinya?

Tim Verifikasi Adipura di Lumajang. (*)
Informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jadwal kedatangan tim verifikasi sebelumnya memang tanpa pemberitahuan. Baru ketika tiba di Lumajang, mereka koordinasi dengan DLH. Itupun terbatas, tim verifikasi tidak mau dibarengi, dan hanya minta petunjuk jalan lokasi-lokasi yang akan mereka tuju.

“Tanpa ada pemberitahuan, kita hanya dapat info lisan dari beberapa teman. Tidak boleh didampingi, bahkan dari provinsi juga tidak boleh,” kata Kepala Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup dan Peran Serta Masyarakat DLH Lumajang Agus R. Rozaq, ST., MT.

Ada sekitar 18 titik lokasi yang menjadi tujuan tim verifikasi yang berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Lokasi diantaranya terminal, pasar, jalan protokol, sungai, bank sampah, hingga tempat pembuangan akhir (TPA). Karena cukup banyak lokasi yang dituju, mereka dua hari berada di Lumajang.

Setelah proses verifikasi selesai, barulah tim menemui pihak DLH untuk menyampaikan sekilas hasilnya. Secara umum memang disampaikan, kondisi kebersihan di Lumajang bagus. Namun ada beberapa catatan dari mereka. Seperti halnya kondisi jalanan ketika siang yang banyak daun pohon yang jatuh.

“Kan sekarang musim kering, jalan meski sudah disapu kotor lagi. Namun mereka memaklumi asalkan bukan sampah plastik yang berceceran. Daun kan alami. Mereka juga tahu kalau pagi bersih,” jelasnya pada Memo Timur, Minggu (30/9).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, saat ada penilaian atau verifikasi adipura, pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan harus libur. Namum kali ini tidak. Karena DLH juga menilai para PKL sudah tertib saat ini.

"Asalkan mereka jualan di tempat yang dibolehkan dan menjaga kebersihan di sekitarnya. Juga menyediakan tempat sampah" ucapnya.

Tim verifikasi juga memberikan apresiasi terhadap bank sampah yang ada diperkotaan. Termasuk dengan kondisi perkampungan yang dinilai bersih. “Waktu menuju bank sampah, mereka juga melihat pemukiman juga. Mereka sangat takjub menemukan pemukiman tengah kota yang bersih,” terang Rozaq.

Proses verifikasi merupakan tahapan ketiga dalam menentukan peraih penghargaan Adipura. Tahapan sebelumnya merupakan laporan-laporan dari DLH mengenai kondisi lingkungan di Lumajang.

“Ada penilaian pertama (P1), penilaian kedua (P2). Setelah lolos itu, maka dilakukan penilaian verifikasi (PV). P1 dan P2 itu mengenai laporan fisik dan administrasi berkaitan dengan pelaporan profil adipura, kita dinyatakan memenuhi syarat,” jelasnya.

Hasil dari verifikasi ini kemudian akan dievaluasi. Jika hasilnya Lumajang dinyatakan lolos, maka tahapan selanjutnya adalah pemaparan oleh bupati pada Dewan Pertimbangan Adipura di Jakarta.

“Nanti ada nominasi Penghargaan Adipura, bupati diundang ke Jakarta untuk presentasi,” katanya.

Dengan hasil sementara yang disampaikan tim verifikasi, DLH optimis bisa mempertahankan Penghargaan Adipura dan meraih yang ke-11 kalinya. Setelah di 2017, Adipura ke-10 berhasil disabet pasca paceklik penghargaan di 2 tahun sebelumnya.

“Kami optimis nanti bupati dapat undangan untuk mempresentasikan Adipura,” pungkas Rozaq. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: