Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Candipuro Culture Festival telah usai digelar dan ditutup, Kamis (13/9) lalu. Agenda rutin tahunan ini sudah terlaksana mulai 13 September. Ada banyak ragam pertunjukan kesenian sebagai daya tarik wisatawan. Salah satu tujuannya, untuk meningkatkan perekomian warga.

Penutupan Candipuro Culture Festival
Penutupan Candipuro Culture Festival
Camat Candipuro, Erik Kurniawan, menghimbau kepada Pemerintah Desa agar dapat memotivasi perangkatnya. Serta mengajak warganya dalam mengedepankan wisata sebagai ujung tombak. Tentunya, demi meningkatnya Perekonomian warga setempat.

Dalam Candipuro Culture Festival, ada tiga desa yang menjadi lokasi acara. Diantaranya meliputi Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Sampyongan di Desa Tambahrejo, dan Ritual Ruwat Air di Desa Penanggal.

“Saya berharap kepada teman-teman Pariwisata dan Budaya agar terus mendampingi kami serta memberi motivasi pada kami, sehingga kedepan festival Candipuro kedepan berjalan dengan sukses dan lancar,” tuturnya.

Ia juga berharap wisata yang berada di 3 desa tersebut lebih dikenal bukan hanya di tingkat kecamatan atau kabupaten saja. Namun, juga harus bisa secara luas. Kalau bisa di skala nasional dan internasional.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Penanggal, Cikono menyampaikan bahwa ruwatan air yang ada di Tirtosari tersebut merupakan bentuk rasa syukur warga setempat. Rasa syukur atas pendapatan hasil bumi yang melimpah, disamping itu juga mengenalkan potensi wisata yang ada di Daerah Candipuro.

“Saya berharap kedepan mudah-mudahan festival Candipuro ini berjalan dengan lancar dan lebih meriah lagi,” tambahnya. (*/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: