Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut beberapa hari lalu memang menjadi perdebatan hingga saat ini. Karena pembekaran bendera organisasi terlarang itu, memunculkan banyak macam presepsi dari berbagai kalangan.

Ansor Lumajang menggelar doa dan Istigasah bersama
Ansor Lumajang menggelar doa dan Istigasah bersama
Dengan adanya peristiwa tersebut, Pengurus Cabang Ansor Lumajang menggelar doa dan Istigasah bersama di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Lumajang, Jumat (26/10) pagi. Dengan harapan suasana kembali kondusif.

Selain itu, dalam acara yang digelar usai sholat shubuh itu, Ansor juga menyatakan sikap, akan tetap berkomitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ansor juga tak akan mengambil langkah-langkah provokatif atas polemik yang terjadi saat ini.

“Karena kondisi NKRI sedang mendapatkan ancaman dari berbagai paham agama mapun idologi, Ansor Lumajang tetap berkomitmen menjaga keutuhan NKRI,” kata Gus Fahrur Rozi, Ketua GP Ansor Lumajang.

Semua kader Ansor juga diminta untuk terus menahan diri dan tidak terpancing dengan kondisi yang ada. Meskipun, akibat pembakaran bendera HTI itu, justru Ansor yang kemudian disalahkan dan dicaci maki.

Juga ditegaskan Ansor akan menjaga kondusufitas di wilayah Lumajang dan melakukan sinergits dengan yang lainnya. Diantaranya adalah sinegitas dengan Ormas Muhammadiayah untuk menjaga keutuhan NKRI. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: