Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML-Ir. Indah Amperawati, M.Si sudah dilakukan, Senin (24/9). Namun untuk serah terima jabatan (Sertijab), baru dilakukan Rabu (3/10), di Pendopo Kabupaten dan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Gubernur saat mendatangi Sertijab di Lumajang
Gubernur saat mendatangi Sertijab di Lumajang
Dalam kesempatan ini, Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode sebelumnya, Drs. As’at Malik, M.Ag–dr. Buntaran Suprianto, M.Kes terlihat hadir. Bahkan saat prosesi sertijab, keduanya nampak menunjukkan keakraban.

Thoriq menyampaikan terimakasih banyak kepada As’at–Buntaran dan juga para pemimpin sebelumnya. Karena dalam pemerintahan, semuanya berkesinambungan. “Kita tinggal melanjutkan,” katanya.

Sementara Gubernur Jatim menyampaikan banyak hal untuk Thoriq-Indah dalam melaksanakan kepemimpinannya kedepan. Diantaranya untuk tidak melupakan jasa-jasa dari para pemimpin sebelumnya.

“Karena apa yang terjadi saat ini tidak lepas dari pengalaman-pengalaman sebelumnya,” ujarnya.

Soekarwo juga memberi arahan pada Thoriq-Indah, untuk menjalankan program-program, harus diseimbangi dengan pengelolaan anggaran yang baik. Antara bupati dan wabup juga harus bisa membagi tugas dalam soal ini. Agar pemerintahan tetap berjalan dengan baik pula tentunya.

“Yang mengurus dan mengatur keuangan itu bupati. Jadi tidak boleh ada masalah karena keuangan,” katanya.

Antara bupati dan wakil bupati pun, adalah bupati yang memiliki tanggungjawab mengenai anggaran daerah. Soekarwo tidak ingin ada miss komunikasi antara keduanya soal mengurus anggaran.

Lanjutnya memang banyak program yang ditawarkan Thoriq. Namun Soekarwo menginginkan tetap mengutamakan lebih dulu program-program yang diprioritaskan oleh propinsi. Ada 5 program prioritas dari propinsi, yang lainnya adalah skala prioritas.

“Ada urusan wajib, lainnya skala prioritas. Diantaranya pendidikan, kesehatan, tata ruang dan rumah tak layak huni, trantib linmas, serta permasalahan sosial,” kata dia.

Ia juga mengapresiasi program Thoriq-Indah seperti melahirkan gratis dan sebaginya. Asalkan ada anggaran yang cukup, program itu bisa dilaksanakan. “Melahirkan gratis dan sebagainya baik, tapi yang penting ada anggaran,” jelasnya.

Dalam merencanakan program, Soekarwo juga mengingatkan agar eksekutif tetap melibatkan legislatif. “Jangan tinggalkan DPRD, dalam mengambil keputusan. Ini daerah, kekuatan pembangunan karena bupati dan DPRD,” jelasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: