Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Ada ratusan warga negara asing (WNA) terdata berada di Lumajang. Sebagian diantaranya datang sebagai tenaga kerja asing (TKA) di sini. Agar pengawasan terhadap mereka bisa maksimal, Tim Pengawasan Orang Asing (Tim-Pora) akan segera dibentuk di Lumajang.

Koordinasi rencana pembentukan Tim-Pora Lumajang
Data dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang, yang didapat Dinas Tenaga Kerja Lumajang, saat ini ada 141 warga asing tinggal di Lumajang. Dengan rincian 27 orang dengan kartu izin tinggal tetap (KITAP), 57 orang dengan kartu izin tinggal sementara (KITAS), dan sisanya dengan izin kunjungan.

Warga yang memiliki KITAP, biasanya mereka bekerja sebagai TKA di perusahaan atau tinggal karena menikah dengan warga Indonesia. Sedangkan KITAS, adalah izin untuk warga asing yang tinggal dengan batasan waktu tertentu. Sementara izin kunjungan, adalah izin sebagai wisatawan manca negara.

Dalam pembentukan Tim-Pora, nanti anggota di dalamnya selain dari Kantor Imigrasi Malang, juga dari berbagai unsur di Lumajang. Diantaranya anggotanya dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kejakaaan, Polres, Badan Narkotika Nasional, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Langkah awal pembentukan Tim-Pora sudah dilakukan. Beberapa waktu lalu Kantor Imigrasi Malang datang ke Lumajang untuk melakukan koordinasi dan membahas hal tersebut. Tinggal ditindaklanjuti nantinya, sehingga Tim-Pora terbentuk secara resmi dan memiliki payung hukum dari bupati.

“Sehingga kita mau melangkah, ada payung hukumnya,” kata Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan Disnaker Lumajang, Soekarmiati, SE pada Memo Timur, Senin (1/10).

Karena selama ini pengawasan dari pemerintah daerah terhadap warga asing sangat terbatas. Bahkan untuk melakukan tindakan juga tidak terlalu memiliki wewenang. Padahal, ratusan warga asing itu, perlu diawasi agar tidak ada penyalah gunaan izin selama tinggal di Lumajang.

Seperti halnya warga asing yang tinggal dan melanggar syarat administrasi. Untuk penindakannya, masih harus mengandalkan dari Kantor Imigrasi Malang. Contohnya, 2 warga asing yang sebelumnya sudah dideportase ke negara asalnya karena terbukti ada pelanggaran.

“Keduanya adalah warga Perancis, tidak punya dokumen dan tinggal di Pasirian,” ujar Soekarmiati.

Kemudian ada satu lagi warga dari Phipilina yang tinggal di Kecamatan Sumbersuko dan akan segera dideportasi juga. “Dikembalikan ke negara asalnya, karena mau ngurus dokumen kependudukan di sini tidak bisa. Tidak ada dokumen pendukung dari negara asalnya,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: