Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Drs. Ayub Khan M.Si kembali mengunjungi sekolah-sekolah di Lumajang untuk memberikan pemahaman dan wawasan pada para pelajar mengenai keluarga berencana. Khususnya bagi mereka yang saat ini duduk di bangku SMA dan sederajat. Tujuannya agar setelah lulus, mereka merencanakan masa depannya lebih dulu dan tidak buru-buru menikah di usia dini.

Sosialisasi Genreasi Berencana (Genre) bagi para pelajar
Sosialisasi Genreasi Berencana (Genre) bagi para pelajar
Kali ini Ayub Khan memberikan sosialisasi bagi para pelajar di dua sekolah, Senin (15/10). Yakni di MA Darunnajah Kecamatan Sumbersuko dan MA Miftahul Ulum Kecamatan Klakah. Dengan tema Genreasi Berencana (Genre), Ayub Khan ingin mereka bisa merencanakan masa depannya dengan sebaik-baiknya.

“Kita harapkan, saatnya yang muda yang berencana,” kata anggota Komisi IX DPR RI itu.

Rencana yang dimaksud, diantaranya selain tidak menikah di usia dini, juga jangan sampai para pelajar terjerumus ke seks bebas. Atau melakukan seks diluar nikah. Karena hal itu jelas dilarang.

“Agama apapun tidak membolehkan seks diluar nikah,” ucapnya.

Ia menegaskan, saat yang tepat menikah adalah di usia reproduksi yang matang. “Untuk perempuan, idealnya menikah di usia 21-35 tahun. Sedangkan untuk laki-laki yakni 25-40 tahun,” terangnya.

Karena di usia tersebut, reproduksi sudah sehat. Sehingga kemungkinan bahaya saat melahirkan itu kecil. Baik itu bagi ibu maupun bayu bayi. “Jika di reproduksi yang sehat, kematian ibu dan bayi bisa terhindar,” ujarnya.


Setelah menikah, mereka juga diharpkan merencanakan kelahiran anak yang tepat. Dalam hal ini, sesuai rekomendasi pemerintah, 2 anak sudah cukup. Selain jumlah tersebut, ada hal lainnya yang perlu diperhatikan. Yakni jarak kelahiran.

“Diharpkan setelah melahirkan anak pertama, jarak kelahiran minimal 3 tahun,” pungkasnya.

Dalam sosialisasi bersama dengan BKKBN ini, selain Ayub Khan pemateri lainnya adalah Dra. Suhartuti MM (Kabid KSPK BKKBN Prov. Jatim), dan dr. Farida Alfawati MPPM (Kadin Dinas PPKBPP Lumajang). (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: