Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Para santri dan Pondok Pesantren (Ponpes) Khomsani Nur Desa Klanting Kecamatan Sukodono, selain belajar pendidikan agama, mereka juga belajar berwirausaha. Saat ini mereka sudah mampu memproduksi penebah untuk dijual.

Santri Ponpes Nur menunjukkan penepah yang dibuatnya
Santri Ponpes Nur menunjukkan penepah yang dibuatnya
Ayoeb Taufani, SE salahsatu pengurus ponpes tersebut, mengatakan santri yang ada memang mayoritas dari golongan ekonomi menengah kebawah. Ada dari fakir miskin dan anak yatim piatu. Sehingga selain membekali mereka dengan ilmu agama kami juga membekali dengan kemampuan usaha, terutama disektor usaha kerajinan penebah.

"Saya memfasilitasi potensi yang dimiliki para santri, mereka ada yang memiliki keahlian dibidang keahlian membuat penebah, sapu lidi, keset dan kedepan juga akan membuat bros, tetapi untuk yang pertama kita pasarkan baru penebah terlebih dahulu," ujarnya.

Dalam sehari, Ponpes Khomsani Nur mampu memproduksi 30 sampai dengan 40 penebah. Penebah sendiri perbijinya dibandrol dengan harga Rp 8.000. "Untuk penjualan, penebah ini selain kami setorkan kepada pengepul, kami juga melayani pemesanan secara online," Imbuh Ayoeb.

"Dirinya juga berharap kedepannya semoga unit usaha ponpes dapat berjalan lancar sehingga nantinya tidak hanya bergantung kepada donatur dan bagi masyarakat Lumajang yang ingin memesan penebah bisa menghubungi 085259461151," pungkasnya. (*/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: