Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Upaya pencarian jenazah Saidin, pendaki yang tewas di jalur pendakian Gunung Semeru masih dilakukan. Hingga Senin (8/10) siang, petugas gabungan terus melakukan penelusuran untuk menemukan warga Brebes tersebut. Sebelumnya, beredar hoaks atau berita bohong jika pendaki tersebut sudah berhasil dievakuasi.

Petugas melakukan pencarian jenazah Saidin
Petugas melakukan pencarian jenazah Saidin
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang saat diklarifikasi, menyampaikan jika hoaks sempat tersebar melalui salah satu media. “Kan belum ditemukan, disitu disampaikan sudah diketemukan dan dievakuasi di RSUD dr. Haryoto,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik, Wawan Hadi Siswoyo.

Wawan juga mengaku jika dirinya belum dikonfirmasi sebelumnya dalam berita yang tersebar tersebut. “Faktanya belum ditemukan hingga hari ini, tidak konfirmasi ke saya,” ucapnya pada Memo Timur, Senin (8/10).

Informasi terbaru, pencarian masih terus dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yakni hingga 7 hari. Sejumlah upaya dalam pencarian ditempuh untuk menemukan pria berusia 20 tahun tersebut.

“Kita berupaya mencari. Berdasarkan informasi dari temannya yang selamat itu. Serta koordinasi dengan yang berpengalaman di sana, itu yang kita terapkan,” jelasnya.

Selain petugas dari BPBD, dalam pencarian ini, juga melibatkan petugas dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pencarian dilakukan melalui Pos Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe. Seperti diketahui, Saidin bersama dengan Affan, temannya yang selamat melakukan pendakian dari jalur yang tidak resmi tersebut. Bukan dari Pos Ranu Pani.

Kabar tewasnya Saidin baru dilaporkan pada Kamis (4/10), sore. Keduanya mulai melakukan pendakian dari Tawon Songo pada Selasa (25/9). Dalam pendakiannya, mereka juga membawa peralatan lengkap dan makanan seperti pendaki pada umumnya.

Namun di tengah perjalanan ada kendala yang mereka alami. Keduanya tersesat. Saidin berinisiatif naik pohon untuk melihat arah yang benar untuk dilalui. Namun nahas, Ia terjatuh dari atas pohon dan tidak bisa terselamatkan.

Melihat kondisi temannya, Affan memutuskan untuk kembali ke Tawon Songo demi mencari pertolongan. Affan baru tiba di Tawon Songo, Kamis (4/10), sore sekitar pukul 17.00 WIB. Ia meminta pertolongan dan melaporkan kejadian ini melalui kepala desa setempat. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: