Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Upaya penghijauan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Seperti yang dilakukan oleh guru SMPN 1 Ranuyoso. Hanya bermodal biji buah-buahan, Ia bisa melakukan penghijauan di kawasan Ranu Bedali.

Bibit pohon dari biji buahan-buahan yang sudah tumbuh dan siap dipindahkan
Bibit pohon dari biji buahan-buahan yang sudah tumbuh dan siap dipindahkan
Adalah Subroto, S.Pd yang telah memiliki inovasi dengan cara mudah dan tanpa biaya dalam penghijauan. Guru bahasa inggris ini, mendapatkan biji buah-buahan yang ada di sekitar rumahnya maupun didapat dari siswa/siswi serta warga sekitar sekolah.

Ada dua metode dalam penghijauan melalui biji buah-buahan tersebut. Pertama, Ia melemparkan sebanyak-banyaknya biji itu di kawasan Ranu Bedali, dengan menggunakan katapel. “Karena semakin banyak biji yang saya lempar ke sana, maka semakin besar pula kemungkinan biji itu tumbuh,” katanya pada Memo Timur, Kamis (18/10).

Metode kedua, adalah dengan menyemai biji itu di sekolah maupun di rumahnya. Ketika sudah tumbuh agak besar kemudian baru dipindahkan ke lokasi yang akan ditanam. “Ada biji alpukat, nangka, durian, mangga, hingga jambu air,” terangnya saat ditemui di sekolah tempat Ia mengajar.

Memang seperti diketahui, Ranuyoso dikenal sebagai wilayah penghasil buah-buahan. Sehingga dengan mudahnya mendapat biji-biji itu di sana. “Edukasi juga pada anak-anak dan masyarakat. Ketika biji itu dibuang tidak bermanfaat. Namun ketika kita tanam jadi bermanfaat,” jelasnya.

Namun bukan hanya untuk penghijauan di Ranu Bedali saja, ketika biji itu sudah tumbuh, masyarakat atapun siswa/siswi bisa membawanya pulang untuk ditanam di rumahnya atau di lahan yang mereka mau.

“Bisa diambil untuk ditanam, itupun juga kita berikan secara gratis. Hasilnya juga bisa mereka nikmati sendiri,” katanya.

Upaya ini sudah Ia lakukan selama 2 tahun terakhir. Motivasinya karena Ia ingin memanfaatkan limbah dari buah-buahan itu agar bermanfaat. Bahkan langkahnya ini sudah diapresiasi oleh Dinas Pendidikan Lumajang.

Saat penghijauan di Ranu Bedali dengan metode melemparkan biji itu, Ia lakukan sendirian. “Kapanpun saya mau dan ada waktu, saya ke sana untuk melempar biji-biji itu,” ujar warga Kecamatan Klakah ini.

Sedangkan saat melakukam penanaman, kadang Ia lakukan bersama dengan para pecinta alam atapun para mahasiswa. “Biasanya dengan aktifis dari Widya Gama dan juga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ranu Bedali,” terangnya.

Penghijauan di Ranu Bedali dilakukan, karena dirinya melihat di kawasan tersebut masih rentan mengalami kekeringan. “Ranu Bedali itu hanya sedikit bisa menyimpan air. Karena hutan di sekitarnya berkurang. Saat kemarau airnya juga keruh dan berkurang debitnya,” kata Subroto.

Apalagi menurutnya, perhatian di kawasan Ranu Bedali beda dengan Ranu Klakah sejauh ini. Di Ranu Klakah Ia menilai sudah bagus dan sudah stabil kondisi airnya. “Karena banyak tumbuhan di kawasan di Ranu Klakah sehingga air banyak tersimpan di tanah,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: