Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sukriadi atau Cak Sukri. Siapa yang tidak kenal dengan nama yang satu ini. Khususnya pecinta seni ludruk di Lumajang. Ia adalah salah satu pelawak senior yang sudah melalang buana. Serta diakui kemampauannya dalam menciptakan kelakar yang membuat orang-orang yang menonton aksinya tertawa lepas.

Pelawak Lumajang, Cak Sukri
Pelawak Lumajang, Cak Sukri
Kepada Memo Timur Ia banyak bercerita perkembangan seni ludruk di Lumajang hingga harapannya kedepan. Menurutnya, di era modern ini memang ludruk masih mendapat tempat di masyarakat. Meksipun sedikit banyak ada pergeseran dan tidak seperti di tahun 90-an.

Salah satu kendalanya, menurut Cak Sukri adalah soal regenerasi pelawak di Lumajang yang dinilainya masih kurang. Karena sedikit sekali pelawak muda yang muncul. Saat ini pelawak dari kalangan tua yang masih lebih eksis.

Biasanya regenerasi pelawak itu muncul bukan murni dari seni ludruk namun dari seni lainnya. “Kalau sekarang regenerasi pelawak masih dipertunjukkan Kuda Kencak dan Reog,” katanya. Seperti diketehaui, kedua kesenian itu masih populer di Lumajang dan tak jarang disisipi aksi lawakan di dalamnya.

Meski begitu, Ia berharap para anak-anak muda yang sudah memiliki bakat lawak itu bisa lebih dikembangkan lagi. “Kalau mereka punya kemampuan, saya harap agar banyak belajar lagi. Dengan cara menambah wawasannya melalui membaca ataupun lihat di tv,” jelasnya.

Ia juga tidak ingin para anak muda terbiasa dengan lawakan yang vulgar. Karena bagaimanapun juga lawak yang ditujukkan dinikmati banyak kalangan. “Kalau bisa juga belajar lawak yang bersih jangan yang kotor,” harap pria kelahiran tahun1967 itu.

Cak Sukri juga memiliki angan-angan agar Pemerintah Kabupaten Lumajang lebih peduli lagi terhadap kesenian di Lumajang, salah satunya adalah ludruk. Bahkan jika ada pertunjukkan seni yang digelar pemerintah, harus banyak mengundang seniman asal Lumajang bukan dari luar daerah.

“Karena ada anggaran besar, ambil seniman dari luar Lumajang,” kata warga Desa Sukosari, Kecamatan Kunir tersebut.

Demi adanya regenerasi pelawak, Ia juga memiliki cita-cita membuat kelas lawak. Untuk mewujudkan ini, Ia membutuhkan seniman lainnya di Lumajang. Untuk bersama-sama demi kemajuan seni di Lumajang tentunya.

Nama Cak Sukri mulai dikenal masayarakat bersama dengan Grup Bangun Tresno sebelum tahun 2000. Rekan sejawat yang juga terkenal dan kerap bersamanya di panggung adalah Sio dan Dau. Namun kini sudah tidak lagi.

“Jadi kalau sekarang ada job, saya ganti-ganti pasangan, bawa yang lain,” ujarnya.

Meski sudah terkenal, dirinya masih banyak belajar dan terus menghargai para senior lainnya. “Jadi pelawak itu bukan dilihat dari pendidikan formal, tetapi kita harus banyak belajar dan belajar,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: