Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML telah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji. Melalui program yang direncanakan, kedepan guru ngaji akan lebih diperhatikan oleh Pemkab Lumajang.

Cak Thoriq saat membagikan honor guru ngaji
Cak Thoriq saat membagikan honor guru ngaji
"Pemerintah harus memberikan perhatian dan penghormatan yang lebih kepada guru ngaji," katanya saat menyerahkan honor guru gaji, di Kantor Kecamatan Ranuyoso, Rabu (10/10).

Honor bagi guru ngaji adalah salah satu bentuk perhatian dan penghormatan dari Pemkab Lumajang. Tahun depan, program ini akan dilanjutkan dan akan lebih diperbaiki lagi. Sehingga guru ngaji bisa merasakan perubahan adanya pemerintah saat ini.

“Karena guru ngaji yang ada di musholla, masjid maupun rumah-rumah, banyak memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Di Ranuyoso saja, saat ini ada 112 guru ngaji yang berhak mendapat honor. Jumlah tersebut tersebar di 11 desa. Tahun depan, akan lebih banyak guru ngaji yang bakal dikoordinir untuk mendapat honor. Total ada 6 ribu lebih guru ngaji pada 2019.

Di hari yang sama, Wabup Indah Amperawati menyerahkan honor guru ngaji yang ada di Kecamatan Klakah. Di sana ada 116 orang yang memiliki hak atas honor tersebut. Pembagian honor dilakukan di Kantor Kecamatan setempat.

Indah menegaskan, tahun ini tercatat ada 3 ribu lebih guru ngaji se-kabupaten yang mendapat honor. Tahun depan, jumlahnya akan bertambah 2 kali lipat. Dengan jumlah yang lebih banyak, maka mekanisme penyerahan honor pun akan berubah.

"Jadi setiap guru ngaji mendapatkan Kartu Lumajang Mengaji berupa ATM. Hal itu bertujuan untuk mempermudah pengambilan honor guru ngaji," ungkapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: