Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Tahun depan ada rencana peningkatan jumlah honor yang diterima oleh para guru ngaji di Lumajang. Jika selama ini Rp 100 ribu per bulan, tahun depan direncanakan bisa naik menjadi Rp 150 ribu per bulan.

Pembagian honor guru ngaji
Pembagian honor guru ngaji
“Yang penting tanpa dipotong pajak. Rencana kenaikan masih menghitung kita, tapi kalau bisa mencapai Rp 150 ribu per bulan,” kata Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Lumajang, Iskandar SP pada Memo Timur, Kamis (25/10).

Dalam pengambilan honor ini, Pemkab Lumajang akan memberikan kemudahan dengan cara bekerjasama dengan salah satu bank nantinya. Yakni tiap guru ngaji akan diberikan Kartu Lumajang Mengaji dalam bentuk Kartu ATM.

“Bisa dari bank swasta atau pemerintah. Kita lihat yang paling banyak berada di desa-desa,” ucapnya.

Ada keuntungan dengan adanya kartu tersebut. Karena jika selama ini honor diberikan tiap 6 bulan sekali, nantinya tiap bulan sudah bisa diambil. “Karena di awal bulan sudah kita transfer ke masing-masing rekening sebelum tanggal 10,” ujar Iskandar.

Tahun depan jumlah guru ngaji yang akan diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang akan jauh lebih banyak dari tahun ini. Pada 2019 nanti akan ada 6 ribu lebih guru ngaji yang diakomodir. Dalam pendataan guru ngaji yang ada, Pemkab melibatkan 2 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang ada.

Saat ini ada 3 ribu lebih guru ngaji yang diberi honor oleh Pemkab Lumajang. Jumlah tersebut akan naik 2 kali lipat di tahun depan. Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Lumajang akan dilibatkan untuk mendata guru ngaji yang belum diakomodir oleh Pemkab.

“Tentunya pihak desa atau keluharan juga kita libatkan selaku pemangku wilayah,” katanya.

Pelibatan kedua ormas ini, juga untuk mempercepat pendataan guru ngaji yang ada. Serta untuk meminimalisir adanya data guru ngaji yang tidak sesuai. “Jadi yang dapat honor nanti benar-benar guru ngaji yang sesuai,” jelasnya.

Penambahan jumlah guru ngaji ini dilakukan karena Pemkab Lumajang menilai masih banyak yang belum terakomodir di semua wilayah Lumajang. “Contohnya di Senduro dan Pasirian, itu hanya 50 persen diantaranya yang selama ini kita berikan honor,” ujar dia.

Memang tiap-tiap kecamatan jumlah guru ngaji yang ada tidak sama. Ada yang jumlahnya sangat banyak dan juga sedikit. “Seperti di Randuagung jumlahnya mencapai 300 orang, sedangkan di Jatiroto jumlah 100 orang,” terang Iskandar.

Selama ini, syarat guru ngaji mendapat honor adalah minimal harus memiliki 20 santri. Namun ada perlakukan khusus bagi di wilayah tertentu. Masih dibolehkan dengan jumlah di bawahnya. “Kalau di perkotaan mungkin dengan mudah dapat 20 santri, tapi kalau di desa tertentu dapat 5 santri sudah bagus,” pungkas Iskandar. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: