Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Satu lagi pendaki Gunung Semeru meninggal dunia. Pendaki tersebut diketahui nekat melalui Pos Tawon Songo yang sebenarnya bukan jalur resmi pendakian alias dilarang. Kabar meninggal ini baru dilaporkan pada Kamis (4/10) sore.

Gunung Semeru. (fit)
Dari informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, pendaki meninggal bernama Saidin. Pria berusia 20 tahun itu adalah warga Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Ia mendaki bersama dengan temannya, Affan yang selamat.

Keduanya mulai melakukan pendakian dari Tawon Songo pada Selasa (25/9). Bukan dari jalur pendakian resmi, di Ranu Pani. "Untuk sampai di Tawon Songo, mereka dari Dampit Malang kemudian naik pikap dari Candipuro," kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Wawan Hadi Siswoyo, Jumat (5/10).

Dalam pendakiannya, mereka juga membawa peralatan lengkap dan makanan seperti pendaki pada umumnya. "Mereka bawa peralatan seperti senter, tenda, sleeping bag, bahan makanan, pakaian, dan solar," kata Wawan berdadarkan pengakuan pendaki yang selamat.

Namun  di tengah perjalanan ada kendala yang mereka alami. Keduanya tersesat. Tidak ada orang atau pendaki lainyya, merakapun berusaha menemukan cara sendiri untuk mengetahui jalan yang tepat.

"Saidin berinisiatif naik pohon untuk melihat arah yang benar untuk dilalui," lanjut Wawan.

Namun nahas, Ia terjatuh  dari atas pohon dan tidak bisa terselamatkan. Saidin pun meninggal dunia di lokasi kejadian. Melihat kondisi temannya, Affan memutuskan untuk kembali ke Tawon Songo demi mencari pertolongan.

Affan baru tiba di Tawon Songo, Kamis (4/10) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Ia meminta pertolongan dan melaporkan kejadian ini melalui kepala desa setempat. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti ke pihak terkait.

Petugas dari BPBD Lumajang yang mendengar laporan langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi. "Petugas masih melaukan proses disana," kata Wawan.

Atas kejadian ini, Wawan menghimbau kepada para pendaki agar menaati atauran yang ada. Pendaki harus mendaki melalui jalur resmi yakni dari Ranu Pani. "Karena aturan ini juga demi keselamatan para pendaki juga," jelasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: