Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang mengklaim telah berhasil menjalankan program Keluarga Berencana (KB). Bahkan keberhasilan ini didapat selama 5 tahun terakhir atau sejak 2012.

Sosialisasi dan Promosi Pelayanan KB Berkualitas era JKN
Sosialisasi dan Promosi Pelayanan KB Berkualitas era JKN
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Lumajang, Dr. Farida Alfawati, MPPM menyampaikan, ada 2 indikator keberhasilan. Yakni rata-rata kelahiran di usia subur dan laju pengendalian penduduk tiap tahun.

Disebutkan untuk rata-rata kelahiran, di Lumajang angkanya 2,05 bahkan pernah di bawah 2. Angka ini lebih kecil dibandingkan Provinsi Jatim maupun nasional. Di tingkat provinsi angkanya masih 2,1 dan Indonesia 2,3.

“Jadi kita lebih bagus dibanding dengan rata-rata di provinsi maupun nasional,” ucapnya saat Sosialisasi dan Promosi Pelayanan KB Berkualitas era JKN Bersama Mitra Kerja 2018 di Balai Desa Kedungjajang, Rabu (17/10).

Sementara untuk laju pengendalian penduduk, Lumajang hanya 0,35 persen dalam setahun. Angka yang kecil dibandingkan dengan provinsi dan nasional. Di Jawa Timur angkanya mencapi 0,65 persen dan nasional mencapai 1,5 persen.

Namun selain keberhasilan itu, Farida menyebut masih ada masalah di Lumajang dalam Program KB. Yakni masih tingginya angka pernikahan di usia dini. Bahkan Lumajang berada di posisi bawah se-Jawa Timur.

“Kita di urutan 26 di Jawa Timur,” kata Farida.

Untuk itu upaya penekanan pernikahan usia dini terus dimaksimalkan. Karena jika mereka menikah di usia dini akan menjadi pasangan di usia subur yang waktu lama. Dengan artian, jika selama 35 tahun itu pasangan usia subur kalau tidak dikawal bisa melahirkan banyak anak.

“Bisa melahirkan anak 15 sampai 20 orang. Kita inginnya 2 anak cukup” katanya sambil tertawa.

Ia juga menyebut ada banyak resiko jika menikah di usia dini. Diantaranya selain resiko kematian ibu dan bayi adalah, resiko keharmonisan rumah tangga karena belum siap mental mereka.

“Bisa sering bertengkar mereka. Tidak siap mentalnya,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: