Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Seorang napi di rumah tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Lumajang pada Selasa (30/10), sekitar pukul 05.00 WIB, ditemukan meninggal dunia. Napi dimaksud bernama Siyono alias Ono, warga Dusun Lor Gunung, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah.

Mayat korban saat di kamar mayat RSUD
Mayat korban saat di kamar mayat RSUD
Siyono ditahan sejak akhir tahun 2017 dalam perkara sebagai penadah sepeda motor hasil kejahatan pelaku begal dan telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lumajang 4 tahun 2 bulan.

Humas Lembaga Pemasyarakatan, Joko Suwiryo kepada sejumlah media di kantornya menyampaikan, pagi sekitar pukul 05.00 WIB, pihaknya memperoleh informasi dari warga binaan apabila Siyono sakit, kondisi sedang kejang-kejang.

Atas informasi itu, pihaknya langsung mendatangi kamar tahanan dimana Siyono ditahan lalu memeriksanya. Ternyata, Siyono sudah meninggal dunia. Kejadian itu langsung dilaporkan ke dokter rumah sakit juga ke aparat kepolisian Polres Lumajang.

Informasi dari beberapa temannya, sebelum meninggal dunia korban mengeluh tidak enak badan. “Beberapa temannya yang sekamar sempat memijet korban dan tak lama kemudian korban meninggal dunia,” tuturnya.

Disinggung mungkin korban sengaja meminum racun seperti kejadian sebelumnya ada tahanan meninggal karena menenggak racun, dengan tegas Suwarno mengatakan tidak. “Korban meninggal dunia karena sakit. Keluarganya juga ihklas dan menerima akan kematian korban,” katanya.

Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum melalui Kanit Pidana Khusus, Iptu Agus Sugiharto, SH mengatakan, begitu mendapat laporan ada napi meninggal dunia, pihaknya langsung ke lokasi langsung melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Pihaknya juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keterangan beberapa teman sekamar, sejak malam itu korban mengeluh tidak enak badan,” ungkapnya.

Meski begitu, guna memastikan kematiannya, pihaknya terus membawa mayat korban menuju kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto untuk dioutopsi. Namun, keluarganya keberatan dan menerima atas kematian korban.

Menurut keluarganya, korban semasa hidupnya mempunyai riwayat penyakit darah tinggi dan sering kambuh setiap saat. Atas dasar keberatan itulah, terpaksa mayat korban hanya divisum luar. “Kata dokter, korban meninggal dunia karena sakit,” ungkapnya lagi.

Masih kata Kanit Pidum, Siyono ditangkap oleh Tim Reserse Mobile Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang karena terlibat dalam sejumlah aksi kejahatan, bersama komplotan pelaku begal dan punya peran sebagai penadah sepeda motor hasil kejahatan.

“Keluarganya juga sudah membuat surat pernyataan bermaterai, isinya menolak mayat korban dioutopsi,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: