Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Lumajang dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan sejarah. Namun sejauh ini masih dinilai minim diketahui masyarakat. Untuk itu Pemkab Lumajang terus berupaya, agar potensi budaya dan sejarah yang ada bisa lebih banyak diketahui. Khususnya bagi para pelajar.

Lomba miniatur Candi Agung
Lomba miniatur Candi Agung
Salah satu kekayaan itu yang perlu diketahui adalah Candi Agung. Untuk meningkatkan wawasan bagi para pelajar mengenai candi itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang menggelar lomba membuat miniatur candi yang terletak di Desa/Kecamatan Randuangung tersebut.

Lomba yang juga untuk memperingati Hari Museum Indonesia ini digelar di Museum Daerah Kabupaten Lumajang, Rabu, (17/10). Lomba ini diikuti oleh para pelajar di tingkat SMA dan sederajat. Ada puluhan perwakilan sekolah yang ikut berpartispasi.

Bukan hanya membuat, mereka juga harus mempresentasikan hasil miniatur yang mereka buat itu. Hasilnya, tiap peserta membuat hasil karya berbeda-beda. Baik itu dari segi bahan maupun bentuk candi.

Terlihat ada yang membuat dari bahan kayu maupun kertas. Bentuk candinya pun berbeda-beda. Ada yang membuat sesuai dengan kondisi saat ini atau reruntuhan candi. Ada pula yang membuat sesuai dengan informasi atau imajinasi saat candi itu masih utuh.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Lumajang, Indrijanto melalui kegiatan ini sehingga para pelajar banyak belajar mengenai sejarah yang ada di Lumajang. “Jadi secara tidak langsung mereka harus belajar. Untuk mengumpulkan informasi untuk membuat miniatur candi itu,” katanya.

Selain lomba ini, ada banyak juga lomba lainnya yang digelar di tempat yang sama untuk berbagai tingkat sekolah. “Khusus untuk lomba SMA dan sederajat maka tingkatannya juga kita naikkan. Yakni membuat miniatur tersebut,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: