Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Agenda inspeksi mendadak (sidak) Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML terus dilaksanakan tiap hari. Kali ini giliran Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lumajang yang didatangi secara tiba-tiba, Selasa (2/10). Thoriq menemukan banyak kekurangan. Bahkan Ia menyebut PDAM belum mendapat keuntungan seperti yang diharapkan.

Bupati saat menyidak PDAM Lumajang
Bupati saat menyidak PDAM Lumajang
Seperti diketahui, untuk investasi dan pembiayaan sudah dari pemerintah. Selanjutnya, PDAM yang tinggal mengelola saja. “Logikanya ini seharusnya untung. Tapi belum ada keuntungan maksimal yang diharapkan. Yang salah siapa? Itu yang harus kita evaluasi,” katanya pada wartawan.

Thoriq menghitung tentang potensi keuntungan yang seharusnya bisa didapat. Serta melihat seberapa besar beban operasional perusahaan. “Memang ada miss persepsi soal keuntungan antara pihak yang ada di bagian keuangan dengan yang dilaporkan di pemerintah,” ujarnya.

Evaluasi total akan segera dilakukan di tubuh PDAM. Karena jika keadaan seperti saat ini, Thoriq khawatir PDAM justru akan mengalami kerugian yang sangat besar. “Kita lihat proporsionalitas pembiyaan. Kalau pembiayaan lebih besar dari penghasilan, ya bangkrut,” ujar dia.

Jika memang PDAM mendapat keuntungan yang sedikit, tentunya perlu adanya efisiensi anggaran. “Kami proporsikan, agar bisa rasional. Efesien. Kalau perusahaan keuntungan sedikit maka harus efesien,” kata Thoriq.

Lanjutnya, bukan hanya PDAM, semua perusahaan daerah juga perlu ada evaluasi. “Tidak boleh ada lagi perusahaan yang dibiayai oleh pemerintah tidak memiliki potensi yang maksimal. Apalagi malah rugi,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: