Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Setelah 7 hari tanpa hasil, pencarian jenazah Saidin di jalur pendakian Semeru akhirnya dihentikan. Hal ini sesuai dengan batas maksimal pencarian di Standar Operasional Prosedural (SOP). Pihak kelurga pun sudah menyetujui dan memahami keputusan ini.

Petugas gabungan yang melakukan pencarian
Petugas gabungan yang melakukan pencarian
"Pihak orangtua sudah memahami hal ini," kata Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang pada Memo Timur, Jumat (12/10).

Secara remsi pencarian dihentikan pada Kamis (11/10) malam. Semua petugas gabungan dari BPBD, TNBTS, dan Basarnas pun ditarik dari lokasi. Seperti diketahui, pencarian mulai dilakukan pada Jumat (5/10) melalui Pos Tawon Songo. Karena pendaki dari Brebes tersebut, mendaki melalui jalur itu yang sebenarnya tak resmi.

Wawan menambahkan, jika nantinya ada tanda-tanda atau bukti baru, ada kemungkinan pencarian dilakukan lagi. "Kita lihat nanti, ada evaluasi lagi, jika ada bukti baru," jelasnya.

Bukti baru itu bisa berupa barang-barang bawaan Saidin yang nanti kemungkinan ditemukan. "Jika sewaktu-waktu ada informasi penemuan barang-barang milik survivor dan lebih mengarah ke titik jenazah berada maka pencarian bisa dibuka dan dilanjutkan kembali," terangnya.

Di hari terakhir, pencarian difokuskan dengan menyisir Alas Sleman sampai Tempuk. Kemudian juga dilakukan penyisiran dibawah Pos 3 arah Watu Jaran. Namun hasilnya nihil, dan semua petugas kembali ke Pos Tawon Songo.

"Karena tidak ada tanda-tanda ditemukan atau jejak lagi," pungkas. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: