Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Nahas menimpa pengendara sepeda motor bernama Satir (38), warga Dusun Clarak, Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, harus meregang nyawa akibat luka bacok pada bagian punggung, lengan juga bagian mulutnya yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTD).

kondisi mayat korban saat di RSUD dr. Haryoto
kondisi mayat korban saat di RSUD dr. Haryoto
Satir ditemukan warga terkapar di jalan tak jauh dari pasar hewan Desa Kebonan pada Minggu (21/10), sekitar pukul 18.30 WIB dalam kondisi tak sadarkan diri penuh darah. Melihat kondisi korban parah, warga yang menemukan korban terus meminta bantuan warga yang lain, kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.

“Korban sempat mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tapi, gagal Mas. Beberapa saat kemudian korban meninggal dunia. Kejadian ini sempat dilaporkan ke Polsek Klakah,” ucap salah satu warga yang ikut menolong korban yang enggan namanya dikorankan.

Ditanya apa benar pada bagian dada korban ditemukan 1 butir timah, diduga peluru Airshofgun, dia mengaku tidak tahu persis. ”Saat di rumah sakit memang sempat rame kalau di dada korban ditemukan peluru Airshofgun. Tapi, saya tidak melihatnya sendiri, karena dilarang masuk,” katanya.

Kapolsek Klakah, AKP Dodik Suwarno, SH ketika dikonfirmasi mengatakan, begitu mendapat laporan masyarakat bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat tak jauh dari pasar hewan Desa Kebonan itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi.

Setiba di sana, korban sudah tidak ada. Menurut keterangan masyarakat sekitar lokasi, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto. ”Kami langsung berbagi tugas, ada yang ke RSUD ada yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga menghimpun keterangan warga,” ungkapnya.

Keterangan yang berhasil dihimpun kata Dodik, kejadian bermula saat korban perjalanan pulang dari Puskesmas Klakah memeriksakan hasil khitan anaknya yang baru berumur 5 tahun. Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba korban dihadang sekelompok orang tak dikenal (OTD) lalu melakukan penganiayaan berat terhadap korban.

“Siapa pelakunya dan berapa jumlah pelakunya, masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Klakah. Yang pasti, ini bukan upaya perampasan alias begal. Karena barang milik korban masih utuh. Bisa jadi korban ada permasalahan dengan pelaku,” ungkapnya lagi.

Masih kata Kapolsek Klakah, soal 1 butir peluru di dada korban diduga peluru Airshofgun itu merupakan luka lama. ”Do’akan semoga kami segera bisa mengungkap kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia ini,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: