Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Peredaran dan penyalahgunaan belakangan ini marak terjadi. Kondisi itu membuat Polres Lumajang melalui Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) bertindak tegas dengan meningkatkan operasi anti Narkoba, ke semua tempat yang ditengarai menjadi tempat transaksi Narkoba.

foto pelaku sabu saat diamankan
foto pelaku sabu saat diamankan
Pada Selasa (16/10), sekitar pukul 22.00 WIB, Sat Resnarkoba berhasil meringkus Rafi Prasetyo Fewanto bin Edi Iswandi (24) warga jalan Sumberboto, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, lengkap dengan barang bukti (BB) 1 buah bungkus rook berisi 1 plastik klip yang berisi serbuk Kristal, diduga sabu seberat 0,78 gram dan seperangkat alat hisap sabu.

“Dia kami tangkap di area parkir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Besuk, Kecamatan Tempeh,” kata Kasat Resnarkoba, AKP Prio Purwandhito, SH kepada Memo Timur di kantornya.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan, pada Rabu (17/10), sekitar pukul 04.00 WIB, Sat Resnarkoba berhasil meringkus H. Matari bin Noto (45), warga jalan Gunung Ringgit, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah.

Dari tangan dia, pihaknya mengamankan 1 kaleng biscuit yang di dalamnya berisi 1 buah sendok takaran sabu, 1 buah korek gas, 1 buah plastik klip kecil berisi sisa serbuk kristal, diduga sabu seberat 0,20 gram, juga seperangkat alat hisap sabu.

“H. Matari bin Noto ini diringkus di dalam rumahnya Mas,” ungkapnya.

Pengungkapan kasus Narkotika golongan I satu ini awalnya bermula dari laporan warga yang mencurigai pelaku bermain Narkoba. Ketika dilakukan penyelidikan, pihaknya memperoleh informasi apabila orang yang dimaksud benar pelaku narkoba.

Setelah berhari-hari dilakukan pengintaian, pihaknya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku ini. “Kami butuh waktu 1 minggu untuk mengungkap kasus Narkoba ini. Saat diinterogasi, keduanya mengaku bersalah karena bermain sabu,” ungkapnya lagi.

Atas ulah nekatnya bermain Narkoba, keduanya dijerat dengan pasal 114 jo 112 sub 127 UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dipidana hukuman penjara Maksimal 20 tahun. “Rafi Prasetyo Fewanto dan H. Matari sudah kami tahan di rumah tahanan Polres Lumajang,” pungkas Kasat resnarkoba (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: