Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Setiap tahun Ranu Kumbolo menjadi salah satu tempat di Lumajang untuk menggelar Upacara Hari Sumpah Pemuda. Demikian dengan tahun ini, agenda itu kembali digelar. Ada banyak makna dalam pelaksanaan upacara di sana. Salah satunya adalah menunjukkan semangat para pemuda Lumajang.

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Ranu Kumbolo
Upacara Hari Sumpah Pemuda di Ranu Kumbolo
Bagaimana tidak, untuk mencapai Ranu Kumbolo, butuh perjuangan dan semangat yang lebih. “Upacara di Ranu Kumbolo bukan sekedar upacara, namun ada makna khusus. Kita harus semangat dan terus berjuang dalam mendaki hingga sampai ke sana,” kata Hadi Aditama, salah satu peserta upacara.

Namun segala lelah dalam pendakaian tersebut seketika bisa lenyap saat melihat keindahan Ranu Kumbolo. Salah satu destinasi andalan di Lumajang. “Keindahan Ranu Kumbolo memang sudah diakui. Untuk sampai ke sana tidak mudah. Namun ketika sampai, lelah hilang sudah,” ujarnya.

Upacar Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 di Ranu Kumbolo diikuti 500 lebih peserta. Terdiri dari berbagai unsur dan kalangan. Seperti Aparatur Sipil Negara, TNI, Polri, Awak Media, Mahasiswa, Sekolah, Pencinta Alam (PA), dan organisasi kepemudaan di Lumajang. Ditambah peserta dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pasi Ops Kodim 0821 Lumajang, Kapten Arh Siswoto saat bertindak sebagai Inspektur Upacara di Ranu Kumbolo menegaskan, selain menggelar upacara, kegiatan ini juga untuk terus mengenalkan potensi yang ada di Lumajang.

“Jadi tidak hanya dilakukan kegiatan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda saja, tetapi juga membawa misi untuk memperkenalkan keindahan panorama alam Ranu Kumbolo kepada masyarakat luas,” katanya.

Lanjutnya, bahwa momentum Sumpah Pemuda kali ini mengambil tema sentral “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”. Tema besar ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan.

“Untuk melahirkan generasi muda yang mampu berkiprah pada zamannya, merawat kebhinekaan, dan tetap teguh mempertahankan NKRI,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, semua warga Indonesia berhutang budi kepada para tokoh pemuda 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Sehingga menjadi pelopor untuk terus membangun kesadaran kebangsaan Indonesia.

“Sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: