Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tempeh, berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di jembatan Gantung yang terletak di Dusun Krajan, Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh, pada Sabtu (13/10) sekira pukul 13.00 WIB.

Pelaku saat diamankan juga saat menunjukkan lokasi kejadian
Pelaku saat diamankan juga saat menunjukkan lokasi kejadian
Korbannya diketahui berstatus sebagai pelajar salah satu sekolah swasta di Kecamatan Tempeh, sebut saja Melati (15), warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh. Sedang pelaku yang kini sudah diamankan oleh unit Reskrim Polsek Tempeh, berinisial BH (20), warga Desa Tempeh Kidul, Kecamatan Tempeh.

“Kasus ini sudah kami tangani. BH juga sudah kami amankan di rumah tahanan (Rutan) Polsek Tempeh,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tempeh, Aiptu Hendrik Harimurti, SH mendampingi Kapolsek Tempeh, AKP Aris Suopomo, SH, Senin (15/10).

Perbuatan yang tak patut dicontoh itu terjadi, berawal pada Sabtu, sekitar pukul 10.30 WIB, pelaku dengan korban janjian untuk jalan-jalan, kemudian bertemu di rumah salah satu temannya. Sebelum menjemput korban, dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol N 2498 UB, pelaku terlebih dahulu membeli alkohol 70 persen, Aqua dan Hemaviton.

Setelah beberapa barang itu dibelinya, pelaku terus menjemput korban lalu menuju ke jembatan Gantung dimaksud. Setiba di sana, pelaku terus meracik atau mengoplos sejumlah barang yang dibelinya, lalu diminumnya bersama-sama.

Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah minuman oplosan tersebut habis, pelaku yang mengaku dalam pengaruh alkohol, tetapi masih sadar, terus melakukan perbuatan bejatnya terhadap korban yang kala itu dalam kondisi mabuk, mulai menciumi hingga menyetubuhinya.

Usai melampiaskan perbuatan bejatnya, sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku mengantar pulang korban ke rumahnya. Melihat korban pulang dalam kondisi acak-acakan dan mencurigakan, orang tua korban kemudian melapor ke Polsek Tempeh. Atas laporan itulah, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap kejadian yang sebenarnya.

Tak lama kemudian, pelaku pun juga berhasil diamankan. Saat dinterogasi, pelaku mengaku jika korban telah digituin. ”Sejumlah barang bukti yang diamankan, pakaian korban maupun pelaku, 1 unit sepeda motor Honda Beat, 1 buah botol alkohol, 1 buah botol Aqua juga bungkus minuman Hemaviton,” ungkapnya lagi.

Akibat perbuatan bejatnya itu, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dijerat pasal 81 UURI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Sesuai dengan pasal yang dijeratkan, BH terancam dipidana hukuman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Tempeh.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: