Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Salah satu dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Gama, Drs. H. Hartono, MM memberikanmemiliki harapan besar terhadap wakil rakyat yang duduk di kuris DPRD Lumajang periode 2019-2014 nanti. Ia juga memiliki kriteria wakil rakyat yang ideal untuk kemajuan Lumajang khsusnya.

Dosen STIE Widya Gama, Drs. H. Hartono, MM
Dosen STIE Widya Gama, Drs. H. Hartono, MM
Hartono menyebut yang penting dari sosok wakil rakyat adalah dengan melihat latar pendidikan yang dimiliki. Jika latar pendidikan sudah bagus, maka ada harapan nantinya pada wakil rakyat itu bekerja dengan bagus.

“Latar pendidikan itu perlu. Tetapi kita tidak menyepelehkan (lulusan SMA dan sederajat), karena dari pengalaman juga bisa,” katanya pada Memo Timur.

Saat wakil rakyar terpilih dan sebagai legislatif, Ia berharap semuanya bisa memiliki peran. Tiak hanya orang-orang tertentu saja yang tampil. Semua bisa memiliki peran besar untuk memberikan masukan pada eksekutif.

“Memang dibutuhkan kedekatan eksekutif dan legislatif. Karena keduanya sebagai pengembang amanah rakyat,” tegasnya.

Menurut Hartono, jika eksekutif dan legislatif bisa serirama dalam bekerja. Bersama-sama untuk Lumajang yang lebih baik. “Tentunya daerah ini akan berkembang dengan pesat,
ucapnya.

Ia juga berharap, nantinya yang terpilih sebagai wakil rakyat adalah kader-kader terbaik yang dimiliki Lumajang untuk periode 2019-2024. Diharapkan mereka punya kepedulian dan kebersamaan yang perlu dibangun.

“Tidak ada penguasa, semuanya sama. Untuk membangun sebuah kemajuan, terutama untuk Lumajang harus dijunjung bersama-sama,” tegasnya.

Kemudian saat serap aspirasi, Hartono meminta semuanya bisa melakukan tugas itu dengan semaksimal mungkin. Serap aspirasi yang dilakukan harus benar-benar dilakukan demi perbaikan apa yang menjadi kekurangan.

“Jangan hanya diserap, tapi tidak diperjuangkan,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, saat ini masih banyak trotoar yang rusak atau tidak sesui dengan peruntukannya. Kemudian, pohon-pohon tua masih berdiri dan seharusnya perlu diganti. “Contohnya kita lihat trotoar, dan pohon-pohon yang peru diremajakan,” punkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: