Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Rencana pembangunan jalur alternatif di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso sempat terkendala. Karena ada warga sekitar yang sempat memprotes proyek ini. Bahkan mereka sampai menemui Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML untuk menyelesaikannya.

Warga sempat memprotes pembangunan jalur alternatif
Warga sempat memprotes pembangunan jalur alternatif
Saiful Bahri, selaku perwakilan warga Desa Wates Wetan setelah bertemu bupati di Kantor Pemkab Lumajang, Selasa (30/10), menegaskan sudah ada titik temu atas protes yang sempat disampaikan sebelumnya.

“Terkait pertemuan kami dengan bapak bupati, alhamdulillah sudah ada kesepakatan, jadi intinya pelaksanaan perbaikan jalan itu diteruskan dengan tidak menebang pohon milik warga,” katanya.

Kepada Satpol PP Lumajang, Drs. Basuni yang ikut dalam pertemuan itu, menegaskan, kini sudah tidak ada permasalahan lagi. Proyek tersebut bisa dijalankan kembali. “Dengan catatan tidak menebang pohon,” katanya.

Saat ditanya terkait konpensasi kepada warga atas pembangunan ini, Basuni mengatakan tidak ada. Masyarakat hanya ingin diajak bicara oleh pihak pemerintah, karena sebelumya tidak ada pembicaraan yang pasti, dari pihak desa dan kecamatan.

“Sebetulnya masyarakat tidak minta konpensasi, hanya ingin diajak bicara, ternyata dengan pak camat dan kepala desa belum ada pembicaraan yang pasti, kalau dipergunakan untuk kepentingan umum, untuk kepentingan rakyat, mereka menerima kok,” ungkapnya.

Jalan alternatif Lingkar Wates Wetan merupakan jalan untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi akibat pasar tumpah di desa tersebut. Proyek tersebut merupakan pekerjaan peningkatan jalan yang menelan anggaran hingga Rp 4,3 miliar. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: