Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang bukan hanya melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan. Namun juga pemerataan pendidikan bagi warga masyarakat. Salah satunya adalah pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Deklarasi Sekolah Inklusi
Deklarasi Sekolah Inklusi
Tahun 2019, Pemkab Lumajang memiliki rencana untuk menunjuk 2 sekolah di tiap kecamatan untuk digunakan sebagai sekolah inklusi atau tempat belajar bagi ABK. Pemkab akan terus memberikan fasilitas pendidikan bagi mereka.

“Kami akan terus mendukung dan memberikan fasilitas serta mengawal terus pendidikan anak-anak yang berkebutuhan khusus di Kabupaten Lumajang, agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan layak,” ujar Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati.

Menurutnya, selama ini ABK yang dianggap kondisinya tidak normal. Sesungguhnya ABK juga mempunyai potensi yang harus diketahui dengan baik oleh orang tua, maupun guru. Mereka harus terus dikawal oleh pemerintah agar mempunyai mutu pendidikan yang cukup.

“Serta bisa terjun di lingkungan masyarakat nantinya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Siswinarko menyampaikan bahwa deklarasi sekolah inklusi sudah dilaksanakan sebelumnya. Hal ini untuk meningkatkan motivasi. “Khususnya Pemkab Lumajang dan masyarakat agar semua anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan layak,” ucapnya.

Ia menyebut, hingga saat ini di Lumajang masih terdapat 13 Sekolah Inklusi untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) serta 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri/ Swasta. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: