Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Seorang kakek tua renta diketahui bernama Lunto (90), warga Dusun Bringinan, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, pada Rabu (21/11) sekira pukul 08.00 Wib, ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan lindung Blok Pregi petak 12 Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso.

Petugas saat mengevakuasi mayat korban
Petugas saat mengevakuasi mayat korban
Kapolsek Ranuyoso AKP Ahmad Sutiyo, SH melalui Kanit Reskrim Ipda Ari Hartono, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur menuturkan, meski korban sudah berusia lanjut, kondisinya masih sehat. Ak Sejak beberapa bulan terakhir ini, korban mengidap penyakit lupa ingatan alias pikun.

Menurut keterangan pihak keluarganya, pada Sabtu (17/11) sekira pukul 16.00 Wib, korban meninggalkan rumahnya entah kemana. Menjelang waktu sholat Magrib tak juga pulang, khawatir terjadi sesuatu terhadap keselamatan korban, keluarganya mencari korban ke rumah kerabatnya. Namun, upaya keluarganya gagal menemukan keberadaan korban.

Pada Rabu pagi, keluarganya dibantu sejumlah warga melakukan pencarian ke kebunnya. Saat melintas di kawasan hutan lindung Blok Pregi petak 12, keluarga korban melihat sesuatu yang mencurigakan seperti sosok mayat manusia disemak-semak.

Penasaran, keluarga korban itu langsung mendatangi lalu melihatnya. Betapa kagetnya, begitu dilihat wajahnya ternyata mayat itu adalah korban. “Yakin mayat itu adalah Lunto yang sedang dicarinya, keluarganya terus menghubungi perangkat Desa dilanjutkan ke Kepala Desa Ranubedali kemudian dilaporkan ke Polsek Ranuyoso,”kata Ari.

Begitu memperoleh laporan jika Lunto yang selama ini tengah dicarinya ditemukan telah meninggal dunia di kawasan hutan Lindung, pihaknya langsung mendatangi lokasi lalu mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengevakuasi mayat korban juga menghimpun keterangan warga.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihaknya berencana membawa mayat korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto untuk dilakukan Outopsi. Saat berkoordinasi bersama keluarga juga Kades, keluarganya menolak mayat korban di outopsi.

Lanjut Kanit Reskrim, keluarga korban juga membuat surat pernyataan bermaterai diketahui Kades setempat isinya adalah menolak mayat korban di Outopsi dan menganggap kematian korban sebagai musibah keluarga, mengingat korban sudah lanjut usia juga pikun.

“Surat pernyataan yang dibuat keluarga korban sudah kami terima dan kami amankan,”jelasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: