Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Lumajang, Dr. Farida Alfawati, MPPM menyampaikan, di Indonesia saat ini ada ancaman kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Khusunya SDM bagi generasi muda. Ancaman itu berasal dari perkembangan teknologi yang berkembang pesat.

Sosialisasi dan Promosi yang digelar BKKBN Jatim
Sosialisasi dan Promosi yang digelar BKKBN Jatim
Meskipun teknologi sebenarnya banyak membantu manusia. Diantaranya untuk mendapat informasi positif dan mempermudah pekerjaan agar lebih produktif. Namun ada sisi negatif bagi anak-anak jika tidak dikontrol dengan maksimal oleh orangtua.

“Salah satunya adalah konten pornografi yang banyak tersebar di internet dan mudah diakses,” katanya dalam Sosialisasi dan Promosi Pelayanan KB era JKN yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur di Balai Desa Blukon, Kecamatan Lumajang dan Desa Uranggatung, Kecamatan Sukodono, Jumat (2/11).

Seperti diketahui, zaman dulu sulit sekali untuk melihat pornografi. Tapi sekarang di genggaman sudah bisa dengan mudah. “Dengan uang Rp 100 ribu beli paket data dapat 15 gigabyte. Bisa seharian atau seminggu mengakses youtube dan sebagainya, gambar porno apapun,” jelasnya.

Maka dari itu, Farida menegaskan, perlunya melakukan pengawasan pada anak yang lebih ekstra saat ini. Agar mereka terhindar dari konten negatif. Sehingga tidak ada dampak buruk pada SDM anak. Anak bisa tetap tumbuh dengan bagus dan menjadi generasi yang bisa diandalkan.

Selain itu jumlah anak menurut Farida juga berdampak pada SDM anak. Karena jika jumlah anak banyak, maka orangtua akan kesulitan atau tidak fokus mendidik serta mengawasi anak satu per satu. Jika sesuai program pemerintah, yakni Kuluarga Berencana (KB) 2 anak cukup, maka besar kemungkinan orangtua bisa maksimal dalam mendidik.

“Jumlah anak dan jarak kelahiran juga bisa berpengaruh pada SDM anak. Jika jaraknya dekat antara anak pertama dan kedua, maka anak pertama belum maksimal ASInya atau perhatiannya,” pungkasnya.

Sementara di kesempatan yang sama, Kepala Bidang KB-KR BKKBN Jatim, Waluyo Ajeng Lukitowati, S.ST MM menambahkan, jumlah anak yang banyak bisa membuat anak tidak bisa tumbuh maksimal. “Kalau dulu banyak anak banyak rezeki sekarang banyak anak banyak masalah. Masalah kehidupan, sekolah dan sebagainya,” ujarnya.(fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: