Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Lumajang mengakui pengawasan Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 lebih berat jika dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Pilkada Serentak 2018 lalu.

Penyerahan APK di KPU Lumajang
Penyerahan APK di KPU Lumajang
Seperti diketahui, dalam Pilkada Serentak hanya ada 3 pasangan calon di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang dan 2 pasangan calon di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Sedangkan di Pemilu 2019, ada banyak calon yang bertarung. Mulai dari calon di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Calon Legislatif tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Pusat, hingga calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Banyak peserta, konsentrasi kita lebih berat dibandingkan Pilkada kemarin,” kata Komisioner Banwaslu Lumajang H. Amin Sobari S.H pada wartawan.

Lanjutnya, pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya tentunya akan lebih diperketat hingga tingkat bawah, di tiap kecamatan dan desa. “Kita sudah bergerak, Panwascam bergerak, di desa juga bergerak. Panwascam ada 3 orang tiap kecamatan. Di desa ada pengawas desa,” ujarnya.

Bahkan nantinya pengawasan akan dilakukan hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sehingga ada banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan. “Jadi nanti ada pengawas di tiap TPS,” jelasnya.

Saat ini menurut Amin Shobari, di masa kampanye masih belum ada pelanggaran yang mencolok. Ada waktu 7 bulan bagi peserta untuk melakukan kampanye. Kesalahan terbanyak saat ini adalah soal Alat Peraga Kampanye (APK).

“Banyak APK yang dipaku di pohon. Sudah kita peringatkan melalui Panwascam kepada pemilik APK itu, kita bersurat pula pada PPK. Jika tidak ada respon maka kita bersama Trantib yang menertibka nlangsung,” ucapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: