Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Bronjong yang berfungsi sebagai penahan air di dekat Dam Gambiran Kali Asem jebol, Selasa (6/11) pagi. Debit air yang meningkat karena guyuran hujan membuat bronjong yang baru dibangun dan belum genap setahun ini tak kuat menahan air.

Bronjong dekat Dam Gambiran Jebol
Bronjong dekat Dam Gambiran Jebol
Bronjong di sisi timur Dam Gambiran ini memang tidak rusak secara total. Hanya ada bagian pada bronjong yang rusak dan ambles. Serta membuat celah di bawah bronjong yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Provinsi Jatim.

Dampaknya, air sungai meluber dan menggenangi lahan milik warga yang ada di sekitarnya. Ada lahan perumahan yang sudah mulai dibangun. Sehingga bangunan rumah yang belum jadi ikut terendam.

Widianto, Juru Pengairan Wilayah Dam Boreng Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang, menceritakan, curah hujan yang terlalu tinggi membuat dam harus menampung air lebih banyak. Kemudian bronjong yang ada di dekatnya tidak kuat menahan air.

“Sehingga kondisinya seperti ini. Bronjong tidak kuat menahan air. Masalahnya belum permanen juga. Tangkisnya belum ada,” katanya pada wartawan.

Lanjutnya, memang sejauh ini dari provinsi yang dikerjakan adalah bronjong saja untuk menahan air sementara. “Di tahun 2018 memang hanya bronjong, baru di tahun 2019 ada pembungkusan bronjong. Ini sementara,” ucapnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara kata Prabowo, Kasi Pemeliharaan UPT DPU Pengairan Provinsi Jatim di Lumajang, juga menegaskan, penyebab tidak kuatnya bronjong menahan air, karena volume air yang banyak tertahan di dam.

“Bronjong itu bukan untuk menahan rembesan air. Bronjong itu untuk menahan sementara. Bukan untuk membendung,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Ia menyampaikan sebelum dam itu dibangun, bronjong yang dibangun harus dimaksimalkan terlebih dulu. Caranya dengan dilapisi semen. “Kalau ini dibandeng seharusnya ini harus dimanteling agar tidak ada kebocoran. Namanya bronjong, kalau ada air di situ akan bocor. Karena ini tidak ada campuran semennya,” ungkapnya.

Penanganan sementara yang akan dilakukan adalah pihaknya akan menyiapkan jumbo bag untuk menutup kebocoran tersebut. Upaya yang dilakukan ini akan berkoodinasi juga dengan Pemkab Lumajang.

Di lokasi yang sama, Kepala BPBD, Ir. Teguh Tedjayono, MM menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPUTR Lumajang dan DPU Pengairan Provinsi Jatim untuk mengatasi hal ini.

“Di depan bronjong akan kita pasang jumbo bag dan terpal. Tujuannnya menghambat air yang menembus di bawah bronjong,” tegasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: