Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Bencana kebakaran nampaknya lebih dominan terjadi di Lumajang sepanjang tahun ini. Dari data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, telah terjadi 44 kebakaran di 2018.

Peristiwa kebakaran di Lumajang
Peristiwa kebakaran di Lumajang
Sementara di urutan kedua, setelah kebakaran adalah tanah longsor. BPBD mencatat telah terjadi 34 longsor sejauh ini. Dari pendataan BPBD, ada sejumlah penyebab yang menjadi pemicu adanya kebakaran.

“Alasannya diantaranya karena kemarau panjang, arus hubungan pendek listrik, kelalaian penghuni rumah. Ada kompor yang lupa dimatikan misalnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik, Wawan Hadi Siswoyo pada Memo Timur, Kamis (15/11).

Dari sekian peristiwa kebakaran yang ada, memang paling banyak adalah terjadi di rumah warga. “Maka kita himbau masyarakat, agar serin lihat aliran listriknya, kadang kabel kecil tapi banyak isinya. Waspada juga yang setelah memasak, harus benar-benar dilihat. Habis masak, apakah sudah padam sungguh atau belum,” jelasnya.

Sementara kejadian kebakaran lainnya diantaranya juga terjadi di lahan dan pabrik. Di laha menurut Wawan biaanya disebabkan sampah yang dibakar. “Sampah jangan dibakar lebih baik dibuang saja,” ujarnya.

Untuk pabrik menurutnya di Lumajang sudah memiliki alat pemadaman sementara ketika ada titik apa. Namun kembanyakan kondisi api cepat membesar, sehingga tim pemadam kebakaran yang harus turun.

“Kalau perusahaan punya alat untuk pemadam sementara atau untuk pemdaman ringan,” ungkapnya.

Upaya pencegahan yang dilakukan BPBD adalah dengan melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih berhati-hati,”Yang jelas upaya kita pencegahan, agar lebih hati-hati. Jangan sampai ada kelalaian,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: