Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML menginginkan adanya perubahan wajah di sepanjang bantaran Kali Asem. Khususnya yang berada di kawasan perkotaan. Ia ingin bantaran sungai lebih bermanfaat, salah satunya bisa menjadi lokasi wisata.

Bupati mengunjungi Dam Gambiran
Bupati mengunjungi Dam Gambiran
Hal ini Ia sampaikan saat mendatangi kondisi bronjong di dekat Dam Gambiran yang mengalami kerusakan, Selasa (7/11), siang. Thoriq memiliki ide bagaimana nantinya, di bantaran sungai juga bisa menjadi pusat masyarakat untuk bersantai.

“Saya berharap di sungai kota tidak hanya sebagai sungai. Tetapi bisa dikelolah menjadi pariwisata lokal. Ruang terbuka untuk masyarakat. Misalnya ada tempat bermainnya,” katanya pada sejumlah wartawan.

Namun persoalannya, Kali Asem di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun hal itu menurutnya bukanlah hal yang menjadi penghambat wacananya. Caranya adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Tentu harus ada pengelolaan bersama. Jadi ada dua fungsinya, ketika musim kemarau bisa dinikmati masyarakat, ketika curah hujan tinggi, maka bantaran sungai sebagai penahan air,” jelas Thoriq.

Dengan pengolaan bersama ini, menurutnya nanti juga akan memberikan edukasi pada masyarakat. Jika sejauh ini kondisi sungai kerap kotor akibat banyak sampah yang dibuang, saat dikelola dengan baik nanti, hal itu bisa lebih diminimalisir tentunya.

“Dengan dikelolah bersama, kita akhirnya bisa sosialisasi juga betapa pentingnya sungai yang bersih,” ucapnya.

Namun saat ini menurut Thoriq, yang lebih penting adalah penanganan bronjong yang rusak tersebut. Karena ada banyak kerugian jika bronjong yang ada tidak maksimal dan dibiarkan terus menerus.

“Tentu kami ingin segera diatasi dulu kebencanaannya. Kasihan masyarakat, sawahnya juga bisa gagal panen,” ucapnya.

Ia juga akan terus bersinergi dengan pihak Pemprov untuk penanganan secara menyeluruh tentang Kali Asem. “Karena ini di kawasan kota, jika kondisinya seperti ini tiba-tiba ada banjir dan luapan juga bahaya,” ungkap Thoriq yang rela berpanasan di bawah terik matahari.

Untuk memberikan rasa nyaman pada masyarakat, tentunya Thoriq berharap konstruksi yang ada harus lebih dikuatkan. “Kedepan jika ada pembangunan lagi, konstruksinya harus dipertimbangkan, agar lebih dikuatkan,” tegasnya.

Bupati juga menyebut ada beberapa rumah yang bangunannya menjorok ke wilayah sungai. Kondisi seperti itu harus bisa ditertibkan secepatnya bersama dengan pihak provinsi. Bahkan tindakan pembongkaran juga perlu dilakukan.

“Kalau ada rumah yang menyalahi aturan harus dibongkar. Kalau ada rumah yang menjorok ke sungai, tidak ada kata lain, harus dibongkar,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: