Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Bupati Thoriqul Haq, M.ML menegaskan, jika saat ini Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Madrasah Diniyah (Madin) kembali akan dikelola oleh Rabithan Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Lumajang.

Sosialisasi Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta
Sosialisasi Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta
Kebijakan ini diambilnya sesuai dengan keputusan Pemkab Lumajang yang mewakili Pemprov Jawa Timur. “Sudah diputuskan, Madin kembali ke basisnya menjadi bagian tidak terpisahkan dari NU,” katanya, Kamis (29/11) di Gedung PCNU Lumajang.

Lanjutnya, Madin yang dimaksudkan baik itu yang berada di pesantren maupun di luar pesantren. “Untuk itu Saya harap sinergitas ini tetap tersambung dan terkondisikan dengan baik,” ujarnya dalam Sosialisasi Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta.

Kemudian hal ini juga berkesinambungan dengan keputusan Pemkab yang memberikan honor bagi guru ngaji. “Dengan begitu, ini menjadi awal untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Lumajang agar lebih baik,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Lumajang, Muhammad, S.Sos., M.Pd.I di kesempatan yang sama menyampaikan, kebijakan yang sudah diputuskan bersama Pemkab Lumajang adalah tidak ada lagi perbedaan Madin dengan sekolah umum.

“Karena keberadaan Madin bukan sekedar ada saja. Karena di sanalah ilmu tentang agama didapat,” terangnya.

Namun Ia berharap, masalah administrasi laporan harus benar-benar dipenuhi oleh lembaga penerimanya. “Pertanggungjawaban harus sesuai juklis, sepeser pun penggunaan dananya harus ada laporannya,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: