Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Guru ngaji di Lumajang akan didata ulang oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan melibatkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Pendataan ulang dilakukan, untuk memastikan honor bagi guru ngaji benar-benar tepat sasaran.

RMI NU Lumajang
RMI NU Lumajang
Korkat Bidang RMI NU Lumajang, M. Muslih menyampaikan kuota jumlah guru ngaji yang dapat honor akan lebih banyak tahun depan dibandingkan saat ini. Pada 2019, ada 6 ribu lebih guru ngaji yang bakal diakomodir oleh Pemkab Lumajang.

Pendataan ulang dilakukan, karena di Lumajang jumlah guru ngaji sangat banyak. Bahkan, ada di desa yang jumlahnya mencapai ratusan. Sehingga ada rencana untuk menetapkan kriteria guru ngaji yang berhak mendapat honor.

“Jadi tidak semua bisa dapat. Kita juga lihat SDM dan sebagainya. Kita bahas dulu itu bersama Muhammadiyah untuk merumuskan kriterianya,” ucapnya.

Data guru ngaji yang ada saat ini, prosesnya hanya melibatkan pihak pemerintah desa saja. Namun nantinya pihak desa juga akan tetap dilibatkan. Karena sebagai pemangku wilayah.

“Masih akan kita rapatkan, dan membuat keputusan bersama,” ujarnya.

Dalam pemberian honor guru ngaji nanti juga ada yang berbeda. Karena akan dibuat Kartu Lumajang Mengaji dalam bentuk Kartu ATM. Hal ini untuk memudahkan guru ngaji mendapatkan haknya.

Jumlah honor yang diterima pun berbeda dari sebelumnya. Jika selama ini mendapat Rp 100 ribu per bulan, pada tahun depan oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML dinaikkan menjadi Rp 150 ribu. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: