Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kasus penyalahgunaan obat-obatan kian meningkat di Lumajang. Baik itu obat-obatan yang masuk di kategori narkoba maupun obat yang diperjualbelikan bebas di pasaran. Hal itu sesuai laporan dari Kejaksanaan Negeri Lumajang. Berdasarkan perkara yang sudah inkrah di periode Juni sampai Oktober 2018 dibandingkan dengan sebelumnya.

Pemusnahan Barang Bukti Perkara Pidana Umum di Halaman Kejaksaan Negeri Lumajang. (fit)
“Sebelumnya jumlanya belasan,” kata Kepala Seksi Barang Bukti Shendy Pradana pada sejumlah wartawan usai Pemusnahan Barang Bukti Perkara Pidana Umum di Halaman Kejaksaan Negeri Lumajang, Kamis (22/11).

Sedangkan di periode Juni sampai Oktober 2018, ada 12 perkara narkoba dan 20 perkara penyalahgunaan obat-obatan sesuai undang-undang kesehatan. Jumlah ini pun menjadi yang paling dominan dibandingkan dengan perkara lainnya.

“Untuk senjata tajam ada 10 perkara, bahan peledak 1 perkara, lainnya ada perkara perjudian dan persetubuhan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal dalam menanggapi hal ini, pihaknya akan terus melakukan upaya untuk menekan penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan yang diperjualbelikan bebas.

“Agar nanti penyelesaian masalah bisa hingga ke titik nol,” tegasnya.

Dari identifikasi kepolisian, memang paling banyak dalam kasus narkoba yang penggunaanya dengan mencapurkan obat-obatan yang sifatnya legal. Kemudian dikonsumsi dengan cara tidak wajar. Sehingga menyebabkan efek yang sama dengan penyalahgunaan narkotika.

“Ini harus kita antisipasi. Karena tidak mungkin obat-obatan itu dilarang diperjualbelikan, karena obat resmi tapi disalahgunakan,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: