Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Rancangan Anggaran, Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Lumajang 2019 masih terus digodok bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang. Dalam APBD 2019, ditegaskan, tujuan utama atau golnya adalah untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Rapat Paripurna di DPRD Lumajang. (*)
Hal ini dikarenakan sesuai dengan pesan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Bupati Thoriqul Haq agar dapat meningkatkan IPM di Lumajang. Karena sejauh ini diketahui IPM Lumajang berada di papan bawah se-Jawa Timur.

“Kita ketahui dan kita akui bahwa IPM di Lumajang tiap tahun naik tapi gak signifikan, Dibandingkan rata-rata daerah lainnya di Jatim,” ucap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lumajang, Ir. Nugroho Dwi Atmoko pada wartawan.

Ia menyebut, di 2016 Lumajang melorot dari urutan 35 menjadi 36 dari 38 kabupaten/kota di Jatim. “Walaupun angka IPM kita naik dari 63 menjadi 64,23 tapi rata-rata di Jatim diatas 70,” ujarnya.

Jadi bukan tanpa alasan kenapa gubernur meminta bupati baru untuk menyelesaikan masalah IPM tersebut. “Mangkanya stretching dari bupati di 5 tahun kepemimpinanya dari 2019. Karena IPM jadi tolak ukur dari kondisi masyarakat di daerahnya,” ungkapnya.

Ada 3 variabel menurut Nugroho untuk meningkatkan IPM. Diantaranya adalah harus mengatasi masalah pendidikan, kesehatan, dan daya beli. “Daya beli kalau bisa dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya,” ucapnya.

Meksi hal tersebut menjadi konsentrasi pada APBD 2018, namun urusan wajib dan lainnya akan tetap menjadi tanggungjaawab. “Namanya prioritas ada porsi lebih yang akan dofukskan untuk ini,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: