Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Plt. Asisten Administrasi, Hanifah Diah Ekasiwi menyampaikan, untuk mempercepat penanganan gizi buruk di Lumajang, masyarakat diharapkan juga mampu secara mandiri mengetahui dan cara mengatasinya.

Rapat Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di Aula Panti PKK
Rapat Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di Aula Panti PKK
“Hal ini diharapkan sebagai langkah waspada dini, dengan mengetahui kondisi ini maka segera dilakukan upaya terpadu untuk mengatasinya, sehingga balita tidak menjadi gizi buruk,” harapnya saat Rapat Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di Aula Panti PKK.

Hanifah menjelaskan untuk mempercepat penanganan gizi burur, Pemerintah Pusat melalui Bappenas telah menyusun Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG). Ada 5 pilar terstruktur dan terintegrasi untuk penanganan gizi buruk.

Diantaranya meliputi perbaikan gizi masyarakat, peningkatan aksesibilitas pangan, peningkatan pengawasan mutu dan keamanan pangan, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengungatan kelembagaan pangan dan gizi.

Dirinya berharap jajaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Kecamatan dan Desa untuk terus melakukan inovasi – inovasi gerakan mengatasi masalah pangan dan gizi dan tetap menjaga kelestarian inovasi tersebut dengan melibatkan semua elemen masyarakat.

“Optimalkan upaya – upaya preventif di Posyandu, Desa dan Kecamatan oleh lintas sektor baik dengan swadaya, ADD, maupun sumber – sumber pembiayaan lain sesuai ketentuan yang berlaku,” tuturnya.(fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: